Revolusi Helm Motor 2026: Mengulas Roof DJagger Tanpa Tali Dagu yang Bikin Heboh

Intip inovasi Roof DJagger, helm motor tanpa tali dagu masa depan

Roof DJagger
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • Roof DJagger: desain helm revolusioner tanpa tali dagu
  • Mekanisme buka di belakang yang memudahkan pakai & lepas
  • Keunggulan kenyamanan & akses darurat untuk layanan medis
  • Diperkenalkan di EICMA 2025, masih prototipe menunggu sertifikasi ECE 22.06 

Gear berkendara kini ikut unjuk gigi, dan salah satu yang paling menyita perhatian di ajang EICMA 2025 kemarin adalah Roof DJagger, sebuah helm motor yang tak tampil seperti helm pada umumnya. Bukan sekadar soal estetika, tapi soal cara kita pakai, lepas, dan bahkan melindungi kepala saat berkendara. 

Berbeda dengan helm full-face tradisional yang selama puluhan tahun bergantung pada tali dagu sebagai pengunci, Roof DJagger mengusung konsep yang benar-benar berbeda: tanpa tali dagu sama sekali. Desain ini hadir lewat mekanisme bukaan dari belakang yang unik, di mana bagian belakang helm membuka ke luar memberi ruang lebar untuk kepala masuk dan keluar helm. Model ini persembahan dari pabrikan sepeda motor asal Prancis, Roof Helmets, yang selama ini dikenal karena keberaniannya mendobrak aturan pakem desain helm. 



Kalau kamu membayangkan desainnya seperti helm biasa, tunggu sampai lihat mekanismenya bekerja. Cara pakainya lebih mirip memasang topeng dari depan lalu menutupnya rapat dari belakang. Ini artinya, kamu tidak perlu melepas sarung tangan ataupun kacamata saat memakai helm. Bagi rider yang gemar riding dengan kacamata atau kacamata hitam, ini jadi kabar gembira karena tak ada lagi drama visor yang merusak posisi lensa atau harus melepas segala perlengkapan hanya untuk memasang helm. 

Satu lagi yang bikin Roof DJagger menarik bagi komunitas motor adalah aspek akses darurat. Dalam situasi kecelakaan, akses cepat ke wajah dan kepala pengendara oleh tim medis harus dilakukan tanpa memaksa kepala bergerak, demi mengurangi risiko cedera leher. Sistem bukaan belakang ini dirancang untuk memudahkan hal tersebut, potensi game changer di dunia perlindungan berkendara.

Meski menjanjikan, bukan berarti semua sudah final. Saat ini DJagger masih berstatus prototipe, dan Roof Helmets menargetkan helm ini lulus homologation ECE 22.06. Standar tertinggi keselamatan helm di Eropa, sebelum dijual secara umum. Fitur seperti visor photochromic yang menyesuaikan intensitas cahaya otomatis dan lensa anti-kabut Pinlock juga direncanakan untuk disertakan saat produksi. 



Di kalangan rider dan gear enthusiast, reaksi beragam bermunculan. Sebagian melihatnya sebagai lompatan besar dalam ergonomi dan kenyamanan; sebagian lain bertanya soal daya tahan mekanisme berengsel dan keamanan jangka panjang tanpa tali dagu. Karena ketika kita bicara soal helm motor, gaya dan inovasi memang penting, tapi yang utama tetaplah keselamatan kepala kita di jalanan.

Dengan segala potensi dan tantangannya, Roof DJagger membuktikan satu hal: bahkan di dunia helm, tradisi bisa digugah. Kita tunggu saja apakah desain futuristik ini benar-benar akan mengubah cara rider memikirkan perlindungan kepala di masa depan ketika versi finalnya meluncur ke pasar.

Terkait