Kolaborasi ALVA, Grab, dan AIZEN Indonesia Dorong Revolusi Mobilitas Listrik di Yogyakarta

ALVA, Grab, dan AIZEN Indonesia meluncurkan inisiatif kolaboratif untuk mempercepat adopsi motor listrik di transportasi berbasis aplikasi. Program ini memulai implementasi di Yogyakarta dengan 250 unit ALVA N3, menawarkan solusi ramah lingkungan dan ekonomis bagi mitra pengemudi.

Kolaborasi ALVA, Grab, dan AIZEN
Sumber : Istimewa

Indonesia sedang memasuki era baru dalam mobilitas berkelanjutan, di mana kolaborasi antara perusahaan teknologi dan produsen kendaraan listrik menjadi kunci. ALVA, merek motor listrik lokal yang kini melangkah ke ranah transportasi komersial, telah menandatangani kerja sama strategis dengan Grab dan AIZEN Indonesia untuk menghadirkan armada motor listrik di sektor ride-hailing. Kota Yogyakarta terpilih sebagai kota pilot proyek, dengan 250 unit ALVA N3 yang akan digunakan oleh mitra pengemudi Grab mulai kuartal ini.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen ALVA untuk membangun ekosistem mobilitas listrik terintegrasi di Indonesia. AIZEN Indonesia, sebagai penyedia layanan EV fleet as a service, akan mengelola operasional armada, mulai dari pemeliharaan hingga pengisian daya. Kolaborasi ini tidak hanya menunjukkan inovasi teknologi, tetapi juga memperkuat sinergi antara sektor swasta dalam mendukung target nasional pengurangan emisi.

Chief Executive Officer ALVA, Purbaja Pantja, menjelaskan bahwa ALVA N3 dirancang untuk memenuhi kebutuhan mitra pengemudi dengan spesifikasi yang unggul. "Motor listrik ini memiliki jarak tempuh hingga 140 km per pengisian daya dan kecepatan maksimum 80 km/jam, cocok untuk pengemudi yang bekerja 12-16 jam per hari. Kami juga menyediakan teknologi Boost Charge yang mempercepat waktu pengisian hingga 80% dalam 30 menit, serta aplikasi My ALVA untuk memantau kondisi baterai dan lokasi charging station," paparnya.

Ojol

Untuk memastikan kelancaran operasional, ALVA akan memasang stasiun pengisian daya di pool Grab Yogyakarta. Langkah ini tidak hanya memudahkan pengemudi dalam mengisi baterai, tetapi juga memberikan akses ke layanan purna jual yang terintegrasi. ALVA juga telah membangun lebih dari 150 konektor pengisian daya di 70 lokasi strategis se-Indonesia, siap mendukung ekspansi proyek ini ke kota-kota lain.

Grab, sebagai mitra utama, menekankan komitmen kuatnya dalam transisi energi hijau. Director of Grab Indonesia, Halim Wijaya, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi emisi karbon. "Dengan penambahan 250 unit ALVA N3, total armada listrik Grab di Indonesia kini mencapai 11.000 unit. Ini tidak hanya mendukung lingkungan, tetapi juga memberikan penghematan biaya hingga 50% bagi mitra pengemudi," paparnya.

ALVA N3 sendiri dilengkapi fitur keamanan canggih seperti lampu LED ganda, rem cakram depan belakang, dan ban tubeless tahan bocor. Motor ini juga dirancang ergonomis untuk kenyamanan pengemudi yang bekerja dalam durasi panjang. Dengan berat 105 kg dan mesin 250W, ALVA N3 menawarkan keseimbangan antara performa dan efisiensi energi.

Bagi masyarakat Yogyakarta, kehadiran motor listrik ini diharapkan mengurangi polusi udara dan kebisingan. Menurut laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, transportasi konvensional menyumbang 40% dari total emisi CO2 nasional. Dengan mengganti 250 unit motor bensin menjadi listrik, proyek ini bisa mengurangi emisi sekitar 1.200 ton CO2 per tahun.

Program ini juga memberikan pelatihan khusus bagi mitra pengemudi, termasuk cara optimal menggunakan teknologi Boost Charge dan aplikasi My ALVA. ALVA menjamin bahwa setiap unit ALVA N3 memiliki garansi 2 tahun atau 10.000 km, serta layanan purna jual di lebih dari 50 titik layanan di seluruh Indonesia.

Ke depan, kolaborasi ini berpotensi menjangkau kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan. ALVA juga berencana mengembangkan motor listrik dengan kapasitas baterai lebih besar untuk wilayah yang memiliki jarak tempuh lebih jauh. Dengan pendekatan kolaboratif ini, Indonesia diharapkan bisa mencapai target 2 juta kendaraan listrik pada 2030, sesuai arahan Kementerian Perindustrian.

Bagi investor dan pelaku bisnis, inisiatif ini menunjukkan potensi pasar kendaraan listrik yang semakin matang. Dengan dukungan infrastruktur, teknologi, dan kebijakan pemerintah yang pro-inovasi, ekosistem mobilitas listrik di Indonesia siap menjadi contoh penerapan energi baru terbarukan di Asia Tenggara.

Terkait