KTM RC 390: Akhir Era Motor Sport Compact, Tapi Bukan Sekadar ‘Bye’

KTM RC 390 berhenti dijual global, tapi tetap hidup di India.

KTM RC 390
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • KTM RC 390 berhenti dijual di banyak pasar global.
  • Tantangan regulasi Euro5+ dan permintaan menurun jadi faktor utama.
  • Pasar India tetap jadi pijakan model ini.
  • RC 390 menjadi babak penting dalam sejarah sportbike 300-an cc. 

Dalam kancah motor sport dunia, KTM RC 390 selalu punya tempat spesial di hati para penggemar. Bicara soal motor sport kelas 300-an cc, RC 390 bukan sekadar angka di grafik spesifikasi. Ia adalah representasi semangat balap, performa ringan dan karakter yang bikin senyum setiap kali gas dibuka penuh. Namun baru-baru ini, kita menyaksikan babak baru dari kisahnya: perjalanan globalnya bakal segera berakhir.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2014, KTM RC 390 langsung menarik perhatian dengan mesin 373 cc single-cylinder yang punya kombinasi ringan, gesit dan responsif, dipadu rangka trellis khas KTM yang terkenal stabil di kecepatan tinggi. Selama lebih dari satu dekade, RC 390 jadi pilihan favorit bagi mereka yang ingin sensasi sportbike Eropa tanpa harus masuk ke kubikasi besar. 



Meski begitu, jalan RC 390 di pasar global kini mencapai persimpangan. KTM resmi mengumumkan bahwa model ini tidak lagi tersedia di pasar Eropa, Inggris dan sejumlah negara lainnya, karena permintaan yang menurun dan tekanan aturan emisi yang kian ketat. Menyesuaikan mesin 373 cc agar memenuhi standar Euro5+ mengharuskan biaya pengembangan yang signifikan, dan pabrikan menilai harga jual akan terdorong naik sedangkan pembeli makin berhati-hati.

Keputusan ini terasa seperti adegan klimaks dalam film panjang bagi RC 390. Meski tak lagi dipasarkan di banyak negara, KTM memastikan stok yang masih ada akan tetap dijual sampai tahap akhir tahun 2026, memberi kesempatan terakhir kepada penggemar untuk membawa pulang unit baru.

Namun bagi pasar yang menempatkan RC 390 sebagai bagian dari budaya berkendara sehari-hari, angin segar masih berhembus dari arah Asia. India, sebagai salah satu basis produksi utama dan pasar terbesar model ini, masih akan terus menjual RC 390 karena permintaannya tetap kuat. Di sini, RC 390 tetap relevan sebagai motor sport yang kencang dan fun, dengan harga yang kompetitif serta dukungan servis yang kuat dari jaringan lokal.



Bagi kita yang mengikuti evolusi motor sport kecil dari dekat, keputusan ini bukan sekadar berita ‘mati produk’. Lebih seperti kesempatan untuk merenungkan betapa pentingnya RC 390 dalam perjalanan motor sport modern. Ia bukan cuma soal angka tenaga atau kecepatan puncak, tapi juga bagaimana sebuah motor bisa menyatukan komunitas pengendara, dari trek lokal sampai ke lintasan balap amatir.

Di balik tirai keputusan strategis itu, KTM juga terlihat mulai mengalihkan fokusnya ke lanskap mesin yang lebih besar dan berteknologi baru, termasuk kemungkinan model penerus dengan mesin 399 cc yang lebih modern tanda bahwa cerita platform 390 belum berakhir, hanya berubah babak saja. 

Dengan atau tanpa kehadiran barunya, KTM RC 390 akan terus dikenang sebagai motor yang memberi arti pada sportbike kompak ringan, tajam, dan selalu siap bikin jantung lebih cepat berdetak setiap kali gas diputar.

Terkait