Mengatasi Motor Susah Nyala Setelah Disimpan Lama: Penyebab & Solusi Praktis

Pernah mengalami motor sulit dihidupkan setelah lama tidak dipakai? Pelajari penyebab utama seperti oksidasi bensin dan cara mengatasinya dengan aditif bahan bakar atau penggantian bensin. Jaga performa mesin motor agar tetap optimal!

Motor Matic
Sumber : Istimewa

Bayangkan situasi ini: Anda ingin memulai perjalanan pagi hari, tapi motor kesayangan Anda menolak untuk menyala. Setelah minggu-minggu terparkir di garasi, Anda langsung menyalahkan aki yang lemah. Padahal, penyebab utamanya mungkin jauh lebih teknis dan sering diabaikan—yaitu degradasi bahan bakar yang teroksidasi. Bensin yang disimpan terlalu lama bisa memicu masalah pembakaran yang mematikan mesin, bahkan jika aki dalam kondisi normal.

Bensin bukanlah cairan yang abadi. Dalam kondisi tersegel sekalipun, molekul-molekulnya akan terus mengalami reaksi kimia akibat paparan udara dan cahaya. Proses oksidasi ini memecah struktur bahan bakar, menghasilkan residu yang mengendap di tangki dan saluran bahan bakar. Akibatnya, kualitas bensin menurun, daya ledaknya berkurang, dan mesin kesulitan menghasilkan tenaga saat dihidupkan.

Reaksi oksidasi bensin mirip dengan proses pembusukan pada makanan. Tanpa ventilasi atau perlindungan khusus, bahan bakar akan kehilangan volatilitasnya—sifat yang membuatnya mudah terbakar. Ketika busi memercikkan api, bensin yang sudah teroksidasi ini tidak lagi mampu menyalurkan energi secara efisien ke ruang mesin, sehingga mesin terjebak dalam kondisi 'mati suri' meski aki dalam keadaan penuh.

Untuk menghindari situasi ini, ada dua strategi utama yang bisa diterapkan:

1. Gunakan Aditif Stabilisasi Bahan Bakar

Aditif bahan bakar adalah solusi proaktif untuk menjaga kualitas bensin selama penyimpanan. Produk ini mengandung senyawa kimia yang mencegah oksidasi dan mengikat molekul bensin agar tetap stabil. Tambahkan cairan ini ke tangki saat motor akan disimpan lebih dari 2 minggu, terutama dalam cuaca panas yang mempercepat degradasi bahan bakar. Pastikan mengikuti dosis yang ditentukan produsen untuk hasil optimal.

2. Kuras Tangki & Bersihkan Sistem Bahan Bakar

Jika motor sudah terlanjur lama tidak dipakai dan bensin mulai basi, langkah terbaik adalah menguras tangki. Gunakan selang atau pompa kecil untuk mengeluarkan bensin lama, lalu bersihkan tangki dari kotoran atau endapan. Setelah itu, isi ulang dengan bensin berkualitas tinggi dan tambahkan aditif stabilisasi. Proses ini juga bisa diterapkan pada karburator atau sistem injeksi yang tersumbat akibat residu bensin lama.

Sebagai langkah pencegahan tambahan, jangan lupa untuk:

  • Memanaskan Mesin Secara Berkala: Meskipun motor tidak digunakan, nyalakan mesin selama 5-10 menit setiap minggu. Ini membantu sirkulasi oli dan menjaga tegangan aki tetap stabil.

  • Periksa Filter Udara & Busi: Kadang endapan bensin bisa merembes ke filter udara atau mengendap di elektroda busi. Bersihkan atau ganti komponen ini jika diperlukan.

Dengan kombinasi perawatan proaktif dan pemahaman tentang sifat bahan bakar, Anda bisa menghindari risiko motor sulit nyala setelah lama disimpan. Jangan biarkan bensin yang 'mati' menghambat kebebasan berkendara Anda!

Terkait