Ducati Lenovo MotoGP 2026 Tampil Merah Gelap, Rayakan 100 Tahun

Ducati Lenovo MotoGP 2026 hadir dengan livery Rosso Centenario dan duet Marquez-Bagnaia.

Ducati Lenovo MotoGP 2026
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • Ducati Lenovo Team merilis livery MotoGP 2026
  • Warna Rosso Centenario khusus perayaan 100 tahun Ducati
  • Marc Marquez dan Francesco Bagnaia kembali jadi andalan
  • Ducati datang dengan status juara bertahan
  • Debut Desmosedici GP26 akan diuji di Sepang


Menjelang dimulainya MotoGP musim 2026, Ducati Lenovo Team resmi memperkenalkan tampilan terbaru motor balap andalannya, Desmosedici GP26. Berbeda dari tim lain yang memilih pendekatan eksperimental, Ducati justru menoleh ke belakang dengan menghadirkan livery merah gelap khas bernama “Rosso Centenario”, sebagai bagian dari perayaan 100 tahun berdirinya Ducati.

Musim 2026 menjadi momen spesial bagi pabrikan asal Bologna tersebut. Warna merah tua yang membalut Desmosedici GP26 terinspirasi dari Ducati 60, motor produksi penuh pertama yang menandai langkah Ducati masuk ke dunia sepeda motor. Sentuhan historis ini mempertegas identitas Ducati sebagai merek dengan warisan kuat di dunia balap.



Sebelumnya, sejumlah tim telah lebih dulu memperkenalkan warna khas mereka. Aprilia tampil dengan nuansa serba hitam, sementara Prima Pramac Yamaha memilih dominasi warna ungu. Namun Ducati memilih jalur aman sekaligus emosional—menggabungkan sejarah, prestasi, dan ambisi besar dalam satu desain elegan.

Modal Ducati jelang MotoGP 2026 juga sangat kuat. Pada musim lalu, Ducati Lenovo Team sukses meraih triple crown untuk ketiga kalinya dalam sejarah tim. Mereka mencatatkan 13 kemenangan balapan, mendekati tonggak 100 kemenangan MotoGP, sekaligus mengamankan gelar konstruktor keenam secara beruntun. Tak hanya itu, Marc Márquez mencetak rekor poin terbanyak dalam satu musim dengan 545 poin, pencapaian yang menegaskan dominasi Ducati di era modern MotoGP.



Untuk musim ini, Ducati kembali menurunkan duet super Marc Márquez dan Francesco “Pecco” Bagnaia. Total, keduanya telah mengoleksi sembilan gelar juara dunia MotoGP, dengan tujuh milik Márquez dan dua milik Bagnaia. Márquez sendiri datang ke 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih gelar kelas premier ketujuhnya pada 2025, yang disebut banyak pihak sebagai salah satu comeback terbaik sepanjang sejarah MotoGP.

Dalam sesi perkenalan tim di Madonna di Campiglio, kawasan pegunungan di Dolomites, Márquez menyebut musim 2025 sebagai titik balik penting dalam hidup dan kariernya. Ia menegaskan bahwa tantangan di 2026 justru akan lebih berat, namun Desmosedici GP tetap menjadi paket motor paling kompetitif dan konsisten di grid saat ini.



Di sisi lain, Francesco Bagnaia datang dengan motivasi besar untuk bangkit. Musim 2025 menjadi periode sulit bagi rider Italia tersebut, yang hanya mampu finis peringkat lima klasemen akhir, dengan dua kemenangan dan sejumlah hasil gagal finis. Meski begitu, Bagnaia optimistis 2026 akan menjadi awal baru. Ia menilai musim ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan potensi penuh, terlebih Ducati tengah merayakan usia satu abad dengan livery yang sangat ikonik.

Menariknya, Ducati belum mengungkap detail teknis Desmosedici GP26. Fokus utama sejauh ini masih pada identitas visual Rosso Centenario. Informasi teknis baru diperkirakan akan terkuak pada tes resmi pertama Ducati Lenovo Team di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 3 Februari 2026.



Dengan kombinasi sejarah, prestasi, dan duet pembalap kelas dunia, Ducati Lenovo Team siap menghadapi MotoGP 2026 dengan satu misi jelas: mempertahankan dominasi dan mencetak sejarah baru di tahun istimewa Ducati.

Terkait