CFMOTO 250 DUAL: Motor Dual Purpose 250 cc Murah yang Masuk Akal untuk Indonesia

CFMOTO 250 DUAL hadir sebagai motor dual purpose 250 cc yang rasional.

CFMOTO 250 DUAL
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • Motor dual purpose 250 cc dengan pendekatan sederhana
  • Mesin satu silinder 27 hp yang mudah dirawat
  • Roda 19/17 inci cocok untuk aspal dan jalur rusak
  • Ergonomi ramah pemula dan harian
  • Potensial masuk pasar Indonesia

Di tengah ramainya tren motor adventure yang kerap dibumbui narasi berlebihan, CFMOTO 250 DUAL justru hadir dengan pendekatan yang terasa jujur. Tidak berisik, tidak terlalu banyak janji, dan fokus pada satu hal sederhana: menjadi motor yang bisa dipakai ke mana saja tanpa ribet.

CFMOTO resmi meluncurkan 250 DUAL di Malaysia dengan banderol RM9.888 atau sekitar 42 juta. Angka ini langsung menarik perhatian, karena di kelas 250 cc, harga sering kali menjadi penghalang utama. Dari pengalaman saya meliput pasar roda dua Asia Tenggara, motor seperti ini sering kali lebih relevan daripada produk yang terlalu ambisius.



Secara desain, CFMOTO 250 DUAL jelas mengusung DNA dual purpose klasik. Roda depan berdiameter 19 inci dipadukan dengan roda belakang 17 inci, kombinasi yang sejak lama dianggap ideal untuk penggunaan campuran. Ban dual purpose bawaan pabrik memberi sinyal jelas bahwa motor ini tidak dibuat untuk satu habitat saja.

Ground clearance yang cukup tinggi membuatnya aman melewati jalan rusak, polisi tidur tinggi, hingga jalur tanah ringan. Bukan motor enduro ekstrem, tapi jelas lebih siap dibanding naked bike biasa. Posisi duduknya tegak dengan setang lebar, jok relatif rendah untuk ukuran motor dual purpose, sehingga masih bersahabat bagi pengendara pemula atau commuter harian.



Di balik rangkanya, CFMOTO 250 DUAL dibekali mesin satu silinder 249 cc berpendingin cairan dengan konfigurasi DOHC. Mesin ini menghasilkan tenaga sekitar 27 hp, angka yang mungkin tidak mencolok di atas kertas, tapi justru terasa pas untuk penggunaan nyata.

Karakter mesin satu silinder seperti ini biasanya menawarkan torsi yang terasa di putaran menengah. Cocok untuk stop-and-go di kota, tanjakan, maupun jalan rusak tanpa perlu sering memainkan kopling. Transmisi 6 percepatan membantu menjaga fleksibilitas, baik saat cruising santai maupun saat butuh tenaga ekstra di jalur menanjak.



Suspensi depan teleskopik dan monoshock belakang mungkin terdengar biasa, tapi justru itu keunggulannya. Setelan seperti ini lebih mudah dirawat dan tidak rewel untuk pemakaian jangka panjang. Dari pengalaman saya meliput motor-motor dual purpose murah, pendekatan fungsional sering kali lebih tahan banting dibanding suspensi mahal yang jarang dipakai sesuai fungsinya.

Untuk pengereman, CFMOTO membekali 250 DUAL dengan cakram depan dan belakang yang sudah dilengkapi ABS, fitur keselamatan penting terutama untuk motor yang akan sering dipakai di berbagai kondisi jalan.



Jika melihat peta pasar Indonesia, CFMOTO 250 DUAL punya ceruk yang cukup jelas. Di bawahnya ada motor 150–230 cc seperti WR 155 dan KLX 230. Di atasnya, ada KLX 250 dan CRF 250 cc yang harganya sudah lebih serius.

Motor ini bisa menjadi alternatif bagi pengendara yang ingin naik kelas dari motor kecil, tanpa harus membayar mahal atau berurusan dengan bobot berlebih. Karakternya cocok untuk harian, touring ringan, bahkan sekadar “kabur” ke jalur tanah di akhir pekan.



Setelah mengamati evolusi merek-merek China, CFMOTO hari ini terasa jauh lebih matang. Mereka tidak lagi sekadar mengejar spesifikasi tertinggi, melainkan mencoba memahami kebutuhan nyata pengendara.

CFMOTO 250 DUAL bukan motor untuk pamer di kafe. Tapi sebagai alat transportasi serbaguna, motor ini terasa jujur dan relevan. Di Indonesia, motor seperti inilah yang sering kali bertahan lama di tangan pemiliknya.

Pertanyaannya, apakah konsumen kita sudah siap melihat motor dari sudut fungsi, bukan sekadar logo di tangki?

Terkait