Cushman 60 Series: Skuter Amerika yang Jadi Ikon Jalanan Era 1950-an

Cushman 60 Series, skuter klasik Amerika era 1950-an.

  • Tanggal
  • :
  • Selasa, 24 Feb 2026 09:05:30
Cushman 60 Series
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • Cushman 60 Series populer di Amerika era 1950-an
  • Mesin satu silinder sederhana dan mudah dirawat
  • Digunakan sipil hingga militer AS
  • Kini jadi buruan kolektor motor klasik

Kalau bicara skuter klasik, kebanyakan orang langsung membayangkan Italia. Padahal Amerika punya cerita sendiri. Salah satu bab yang menarik datang dari Cushman, pabrikan asal Nebraska yang namanya cukup bergaung di era 1940 hingga 1960-an. Dan di antara lini produknya, Cushman 60 Series layak mendapat sorotan khusus.

Cushman berdiri sejak awal abad ke-20, awalnya memproduksi mesin pertanian. Saat Perang Dunia II, mereka memasok skuter ringan untuk militer Amerika Serikat. Model Military Airborne bahkan bisa dijatuhkan dengan parasut bersama pasukan. Setelah perang usai, pasar sipil berkembang pesat. Di sinilah 60 Series lahir dan menemukan panggungnya.



Secara desain, 60 Series punya aura industrial yang khas. Rangkanya tebal, bodinya minimalis, dan tampilannya lebih mirip alat kerja daripada aksesori gaya hidup. Jauh dari lekukan elegan skuter Eropa, Cushman tampil jujur. Tangki bahan bakar menyatu dengan bodi, roda kecil 8 inci, dan posisi duduk tegak membuatnya praktis untuk mobilitas kota kecil Amerika saat itu.

Mesinnya satu silinder horizontal sekitar 318 cc, pendingin udara, dengan transmisi sederhana. Tenaganya tidak besar, rata-rata di kisaran 7 sampai 9 hp tergantung varian. Namun bobotnya ringan dan konstruksinya kokoh. Perawatan mudah karena komponennya minim drama. Filosofinya sederhana: bisa dipakai harian tanpa ribet.



Di era 1950-an, skuter di Amerika punya fungsi berbeda dibanding Eropa. Kalau di Italia skuter menjadi simbol mobilitas murah pascaperang, di Amerika ia sering dipakai pekerja pos, polisi lokal, hingga mahasiswa kampus. Beberapa departemen kepolisian bahkan menggunakan varian Cushman untuk patroli ringan.

Salah satu model paling terkenal dari keluarga 60 Series adalah Eagle. Desainnya lebih stylish dengan spatbor depan besar dan headlamp mencolok. Versi ini mulai mendekati ranah lifestyle, bukan sekadar kendaraan utilitarian.

Kalau kita tarik ke konteks Indonesia, memang Cushman bukan nama yang familiar. Pasar skuter klasik di sini lebih didominasi Vespa. Namun tren kolektor motor retro semakin berkembang. Event custom culture dan pameran klasik makin ramai. Di titik itu, Cushman punya potensi sebagai alternatif unik bagi kolektor yang ingin tampil beda.



Dari sisi karakter, Cushman 60 Series menawarkan pengalaman berkendara yang sangat mekanis. Tidak ada panel digital, tidak ada ABS, tidak ada fitur elektronik. Yang ada hanya suara mesin satu silinder dan getaran yang terasa nyata. Sensasinya mengingatkan bahwa kendaraan dulu dibangun dengan logika ketahanan, bukan algoritma.

Cushman 60 Series memang bukan skuter tercepat atau paling glamor. Namun ia membawa narasi Amerika tentang mobilitas praktis dan budaya pascaperang. Di tangan kolektor yang tepat, ia bisa menjadi pusat perhatian di tengah lautan Vespa.



Pertanyaannya sekarang, apakah pasar Indonesia siap menerima skuter klasik Amerika sebagai bagian dari kultur roda dua? Atau kita masih terlalu terpaku pada ikon Eropa?

Diskusi seperti ini yang membuat dunia otomotif selalu hidup. Karena pada akhirnya, setiap mesin punya cerita. Tinggal siapa yang mau mendengarkannya.

Terkait