Pentingnya Merawat Sistem Pendingin Motor Matic: Hindari Overheat dengan Pemeriksaan Rutin

Pelajari langkah-langkah krusial untuk merawat sistem pendingin motor matic Anda agar terhindar dari risiko overheat. Dapatkan tips dari ahli bengkel tentang pemeriksaan air radiator dan penggantian komponen rusak secara tepat.

Coolant
Sumber : Istimewa

Mesin motor matic modern yang menggunakan sistem pendingin cairan memerlukan perhatian khusus untuk menjaga kinerjanya. Salah satu komponen vital yang sering diabaikan adalah air radiator atau coolant. Jika tidak diperiksa secara rutin, kebocoran atau pengeringan cairan pendingin dapat menyebabkan mesin overheat, yang berpotensi merusak komponen mesin secara permanen. Ahli bengkel Rals Garage, Girals, menjelaskan bahwa masalah ini tidak hanya terjadi pada motor tua, tetapi juga pada kendaraan dengan usia sekitar 2 tahun.

"Kebocoran air radiator sering disebabkan oleh kerusakan pada tutup radiator, terutama bagian karetnya yang mulai mengembang atau melar," katanya. Karet yang tidak elastis ini membuat tutup tidak menutup rapat, sehingga saat mesin bekerja keras dan tekanan meningkat, uap air menguap perlahan. Proses ini bersifat kumulatif—semakin panas mesin, semakin banyak cairan yang hilang. Jika dibiarkan, mesin akan kehilangan kemampuan pendinginannya dan berisiko overheating.

Untuk mencegah hal ini, Girals menyarankan pemilik motor matic melakukan pemeriksaan berkala setiap 1.000-2.000 km atau setiap 2-3 bulan. Selain memastikan level air radiator sesuai standar, periksa juga kondisi tutup radiator. Jika karet sudah kaku atau retak, segera ganti dengan yang baru. "Pastikan angka tekanan pada label tutup pengganti sama dengan yang asli," imbuhnya. Tekanan yang tidak sesuai bisa mengganggu kinerja sistem pendingin.

Proses penggantian tutup radiator sebenarnya tidak memerlukan perlakuan khusus, tetapi membutuhkan perhatian terhadap detail. Gunakan alat ukur tekanan radiator untuk memastikan kompatibilitas. Jangan lupa untuk membersihkan area sekitar tutup sebelum pemasangan untuk menghindari partikel asing yang bisa menyumbat saluran.

Di samping tutup radiator, komponen lain seperti selang radiator dan pompa air juga perlu diperiksa. Selang yang sudah kaku atau retak bisa menjadi sumber kebocoran. Sementara itu, pompa air yang tidak bekerja optimal akan mengurangi efisiensi pendinginan. Jika Anda mendengar suara berisik dari mesin atau merasa mesin lebih panas dari biasanya, segera bawa ke bengkel terpercaya.

Penggunaan cairan pendingin berkualitas juga memengaruhi kinerja sistem. Pilih coolant yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan. Cairan pendingin sintetis biasanya lebih tahan lama dan memberikan perlindungan lebih baik terhadap korosi. Jangan campurkan merek cairan pendingin yang berbeda, karena bisa menyebabkan reaksi kimia yang merusak komponen.

Untuk motor matic, sistem pendingin cairan lebih efektif dibanding udara karena mampu menyerap panas secara lebih merata. Namun, ketergantungan pada sistem ini membuat perawatan menjadi lebih kritis. Pemilik motor sebaiknya juga memperhatikan kebersihan area radiator. Debu atau kotoran yang menumpuk bisa menghambat aliran udara dan mengurangi efisiensi pendinginan.

Dalam kondisi darurat, jika air radiator habis dan tidak bisa segera diganti, jangan langsung menyalakan mesin. Tunggu mesin dingin sepenuhnya sebelum mengisi cairan pendingin. Memaksakan mesin bekerja saat panas tanpa coolant bisa menyebabkan kerusakan parah, termasuk retaknya blok mesin.

Investasi perawatan berkala untuk sistem pendingin motor matic tidak hanya mencegah kerusakan mahal, tetapi juga memperpanjang usia mesin. Dengan memahami kebutuhan dasar seperti pemeriksaan air radiator, penggantian komponen rusak, dan penggunaan cairan berkualitas, Anda bisa menjaga kinerja motor matic tetap optimal dalam berbagai kondisi jalan.

Terkait