Panduan Lengkap Memilih Oli Motor Matic yang Aman dan Efektif

Pelajari perbedaan oli motor matic dan manual, pentingnya standar JASO, serta tips memilih oli berkualitas untuk memaksimalkan performa dan umur mesin kendaraan Anda. Baca artikel ini untuk penjelasan lengkap!

Oli Motor Matic yang Aman
Sumber : Istimewa

Memilih oli motor yang tepat merupakan langkah krusial untuk memastikan mesin kendaraan Anda bekerja optimal. Terlebih lagi, antara motor matic dan manual memiliki perbedaan signifikan dalam sistem kerja, sehingga memerlukan oli khusus sesuai kebutuhan. Jika digunakan secara salah, oli bisa menyebabkan kerusakan mesin, selip kopling, atau bahkan bahaya saat berkendara. Artikel ini akan mengupas tuntas cara memilih oli yang aman untuk motor matic, mulai dari standar JASO hingga perbedaan kekentalan oli.

Motor manual dan matic memiliki sistem transmisi yang berbeda. Motor manual umumnya dilengkapi dengan kopling basah (wet clutch), di mana kopling terendam dalam oli. Sementara itu, motor matic menggunakan kopling kering (dry clutch) yang tidak terlibat langsung dengan oli. Reza Ben Ungerer, Division Head B2C PT Pana Oil Indonesia, menjelaskan bahwa oli untuk motor matic dirancang khusus untuk mesin dengan kopling kering. Jika oli matic dipakai pada motor manual, risiko selip kopling akan meningkat, yang berpotensi mengganggu perpindahan gigi dan membahayakan pengendara.

Salah satu faktor utama dalam memilih oli adalah kekentalan oli (viscositas). Oli untuk motor manual memiliki kekentalan lebih tinggi (misalnya 20W-50) dibandingkan oli matic (10W-30). Hal ini karena oli manual harus mampu menahan beban tinggi saat perpindahan gigi, terutama di medan yang tidak rata. Sementara oli matic dirancang lebih encer untuk fokus pada pelumasan mesin tanpa beban perpindahan gigi. Penggunaan oli dengan kekentalan tidak sesuai bisa menyebabkan mesin bekerja lebih keras atau bahkan kerusakan permanen.

Standar JASO (Japanese Automotive Standards Organization) menjadi acuan utama dalam memilih oli motor. Untuk motor manual, pastikan oli memiliki kode JASO MA, yang mengandung aditif khusus untuk memperkuat presisi kopling. Sementara itu, oli matic menggunakan kode JASO MB, yang tidak cocok untuk kopling basah karena bisa menyebabkan selip. Jika Anda ragu, selalu periksa manual kendaraan atau kemasan oli untuk memastikan spesifikasi yang tepat.

PT Pana Oil Indonesia, salah satu produsen pelumas terkemuka, mengembangkan oli sesuai standar JASO. Misalnya, produk PanaOil SP5 Synthetic Manual 20W-50 dirancang khusus untuk motor manual dengan kekentalan tinggi dan formula JASO MA2, sementara PanaOil SP5 Synthetic Matic 10W-30 cocok untuk motor matic dengan kekentalan rendah dan spesifikasi JASO MB. Penggunaan produk sesuai standar ini dapat memperpanjang usia mesin hingga 15-20%.

Tips praktis lainnya adalah memeriksa kondisi oli secara berkala. Oli yang sudah terkontaminasi atau kotor bisa menyebabkan penurunan performa mesin. Gantilah oli setiap 1.500-2.000 km, tergantung rekomendasi produsen. Selain itu, hindari mencampur oli dengan merek atau spesifikasi berbeda, karena bisa mengurangi efektivitas pelumasan.

Dengan memahami perbedaan sistem mesin, kekentalan oli, dan standar JASO, Anda bisa membuat keputusan bijak dalam memilih oli motor. Jangan mengorbankan kualitas demi harga murah, karena oli berkualitas akan memberikan perlindungan maksimal dan efisiensi bahan bakar. Pastikan setiap kali mengganti oli, Anda memilih produk yang sesuai dengan jenis motor dan kondisi berkendara Anda.

Terkait