Motor Lawas dan BBM Etanol: Siapkah Mesin Kamu?

Etanol di BBM bisa rusak mesin motor tua

BBM Etanol
Sumber : Istimewa

Pemerintah Indonesia tengah mendorong penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru dengan campuran etanol 10 persen (E10), sebagai langkah strategis mengurangi impor minyak dan mendukung program energi ramah lingkungan. Namun, kebijakan ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah semua jenis motor, khususnya keluaran lama, siap dengan transisi ini?

Motor Karburator Paling Rentan

Menurut Yoga Ningrat, pemilik bengkel spesialis motor di Jakarta, motor dengan sistem karburator paling berisiko mengalami kerusakan akibat kandungan etanol dalam BBM. “Motor lama belum punya komponen yang tahan terhadap etanol. Apalagi yang sistemnya masih karburator,” jelasnya.

E10 memang diklaim aman dalam batas tertentu, tetapi dalam pemakaian jangka panjang, komponen seperti ring piston, piston, hingga liner block bisa mengalami keausan lebih cepat. Ini disebabkan oleh sifat etanol yang mudah menyerap air dan dapat mempercepat korosi di dalam tangki maupun ruang bakar.

Injeksi Lebih Siap Hadapi E10

Sebaliknya, motor-motor injeksi—khususnya produksi setelah tahun 2012—dinilai lebih kompatibel dengan BBM E10. Teknologi yang lebih modern memungkinkan mesin bekerja efisien meski dengan bahan bakar beretanol rendah. “Motor tahun 2010 ke bawah bisa mulai terasa dampaknya kalau terus menerus pakai BBM dengan etanol,” lanjut Yoga.

Efek Samping: Tenaga Menurun, Mesin Lebih Boros

Dari sisi performa, etanol memiliki kandungan energi lebih rendah dibanding bensin murni. Campuran E10 dapat menurunkan efisiensi bahan bakar hingga 5 persen, artinya jarak tempuh akan berkurang. Ini bisa dirasakan sebagai mesin yang terasa lebih lemah atau lebih boros dari biasanya.

Selain itu, etanol yang menyerap air bisa menimbulkan endapan di tangki dan menyumbat filter, memperbesar risiko karat, bahkan merusak injektor atau karburator.

Tips Perawatan Motor Lawas di Era BBM E10

Bagi pemilik motor lama, Yoga menyarankan beberapa langkah perawatan ekstra:

* Rutin menguras tangki bahan bakar

* Periksa ring piston secara berkala

* Ganti filter bahan bakar lebih sering

* Hindari penyimpanan bahan bakar terlalu lama

* Gunakan aditif khusus untuk mengurangi efek korosi

Ia juga berharap Pertamina menghadirkan aditif pelindung mesin untuk motor lawas. “Di luar negeri sudah umum, kita juga bisa bikin versi lokalnya,” tutup Yoga.

Vivo dan BP Mundur Karena Etanol


Menariknya, dua operator SPBU swasta, BP dan Vivo, memilih membatalkan pembelian BBM dari Pertamina setelah ditemukan kandungan etanol 3,5 persen pada base fuel yang diimpor. Meski kandungan tersebut masih sesuai regulasi ESDM (di bawah 20%), langkah ini menunjukkan masih adanya kekhawatiran terhadap dampak etanol, bahkan di level bisnis.

Kebijakan BBM etanol memang punya niat baik bagi lingkungan, tapi butuh kesiapan teknologi dari kendaraan yang menggunakannya. Bagi pemilik motor lawas, perhatian ekstra wajib diberikan agar mesin tetap awet. Jangan sampai semangat go green malah berujung ke bengkel!

Terkait