BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Indonesia, Pengendara Motor Disarankan Hindari Jas Hujan Ponco

BMKG mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem dengan hujan lebat hingga 100mm/hari. Pengendara motor diminta menghindari jas hujan ponco yang berpotensi berbahaya. Simak rekomendasi jas hujan aman dan tips berkendara saat hujan deras.

Curah Hujan di Indonesia
Sumber : Istimewa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. Data terbaru yang dirilis pada 23 Oktober 2025 menunjukkan, sejumlah wilayah di Indonesia tercatat mengalami hujan dengan intensitas sangat lebat, bahkan mencapai lebih dari 100 milimeter per hari. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan sebagian Kalimantan Selatan.

Peringatan ini bukan hanya terkait risiko banjir atau longsor, tetapi juga mengarah pada pentingnya keselamatan pengendara sepeda motor yang sering kali diabaikan. Salah satu ancaman yang paling nyata adalah penggunaan jas hujan model ponco, yang selama ini dianggap praktis namun justru membahayakan keselamatan di jalan raya. BMKG secara khusus menyoroti risiko ini sebagai bagian dari kampanye keselamatan berkendara di musim hujan.

Resiko Fatal dari Jas Hujan Ponco

Jas hujan ponco, dengan desainnya yang lebar dan terbuka, memang memberikan perlindungan sementara dari guyuran hujan. Namun, struktur bahan yang longgar dan tidak kencang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal. Berdasarkan laporan dari Kepolisian Daerah Jawa Barat, sekitar 15% kecelakaan lalu lintas di musim hujan terjadi karena pengendara tersangkut atau terganggu oleh jas hujan yang tidak sesuai standar.

Risiko utama berasal dari bagian bawah jas ponco yang mudah tersangkut di gir motor atau jari-jari roda. Selain itu, saat angin kencang menghembus, jas hujan bisa menutup lampu belakang atau sein, mengurangi visibilitas kendaraan. Kombinasi hujan deras, jarak pandang terbatas, dan gangguan visibilitas ini meningkatkan probabilitas tabrakan beruntun.

Dari sisi aerodinamika, jas hujan ponco juga mengganggu keseimbangan motor. Bahan yang ringan dan tidak berbentuk cenderung tertiup angin, membuat pengendara kesulitan mengendalikan kendaraan. Masalah ini diperburuk oleh air hujan yang masuk dari celah bawah jas hujan, yang justru membuat pakaian dalam tetap basah dan pengendara kehilangan kenyamanan.

Jas Hujan Setelan, Solusi Terbaik untuk Keselamatan

Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menjelaskan bahwa jas hujan model setelan (dua potong) adalah pilihan terbaik untuk pengendara motor. "Jas hujan setelan dirancang khusus untuk motor, dengan ukuran yang pas dan bahan anti-air yang tahan angin. Desainnya menghindari risiko tersangkut, sambil tetap memberikan perlindungan optimal," tutur Agus.

Ia menambahkan bahwa pengendara sebaiknya memilih jas hujan dengan fitur tambahan seperti visor anti-angin dan lampu reflektor. "Selain itu, pastikan jas hujan tidak mengganggu gerakan tangan saat mengendalikan gas atau rem. Ini sangat penting untuk respons darurat," imbuhnya.

Selain masalah pakaian, BMKG dan para ahli keselamatan menekankan pentingnya persiapan kendaraan. Pengendara disarankan memeriksa kondisi rem, ban, dan lampu sebelum berkendara. "Selama hujan deras, jarak antar kendaraan harus diperlebar hingga tiga kali lipat dari biasa. Gunakan lampu utama untuk meningkatkan visibilitas, dan hindari melintasi genangan air yang dalam," papar Agus.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk memantau prakiraan cuaca melalui aplikasi resmi atau website mereka. Dengan informasi yang tepat, masyarakat bisa menghindari perjalanan saat cuaca ekstrem. "Kesadaran kolektif terhadap risiko cuaca dan tindakan preventif akan mengurangi korban jiwa," tutup Agus.

Terkait