Misteri Mogoknya Motor Setelah Isi Pertalite di Jatim: Fakta atau Mitos?
Penelusuran terkini mengungkap fenomena motor mogok pasca-isian Pertalite di Jawa Timur. Dari laporan warga hingga investigasi Pertamina, apakah bahan bakar bersubsidi ini benar-benar bermasalah?
- Kategori
- :
- Motor
- Tanggal
- :
- Minggu, 02 Nov 2025 10:05:32
- Penulis
- :
- Kata Kunci
- :
- Pertalite Pertamina Motor Mogok Jawa Timur Ron 92 Kualitas Bahan Bakar
Belakangan, warga Jawa Timur dihebohkan dengan laporan motor yang tiba-tiba mogok setelah mengisi bahan bakar Pertalite di sejumlah SPBU Pertamina. Fenomena ini meluas ke wilayah Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo. Banyak pengendara mengeluh mesin motor terasa brebet, kehilangan tenaga, atau seperti kehabisan bahan bakar. Keresahan muncul, apakah Pertalite yang selama ini menjadi andalan masyarakat bermasalah?
Menariknya, investigasi yang dilakukan tim Otorider bersama pakar bahan bakar Gazy Amin dari PT Catur Bangun Putra mengungkap fakta mengejutkan. Dengan menggunakan alat uji Zeltex ZX-101XL berstandar internasional, Pertalite yang seharusnya memiliki nilai oktan RON 90 justru menunjukkan angka RON 92,1. Hasil ini justru lebih tinggi dari spesifikasi resmi. Tapi, mengapa masih banyak motor yang mogok?
Uji Laboratorium vs. Realitas Lapangan
Gazy Amin menjelaskan bahwa perbedaan warna bensin yang terlihat di SPBU—ada yang lebih pucat atau pekat—tidak memengaruhi kualitas oktan. "Warna bensin hanya pengatur visual, tidak berdampak pada performa mesin atau nilai oktan," tegasnya. Namun, faktor lain seperti kualitas mesin motor, kondisi filter bahan bakar, atau bahkan campuran bensin dengan aditif lokal bisa menjadi penyebab mogoknya kendaraan.
Menurut ahli mesin, motor mogok bisa terjadi jika ada kontaminasi atau penguapan bahan bakar yang tidak sempurna. "Jika Pertalite mengandung kadar air atau aditif yang tidak stabil, bisa menyumbat saluran bensin atau mengganggu kinerja karburator," tambah Gazy. Ia menyarankan pengguna motor lama untuk lebih teliti memilih bahan bakar, terutama yang menggunakan teknologi karburator.
Pertamina Buka 15 Posko Layanan Konsumen
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus langsung bergerak. Mereka membuka 15 posko layanan konsumen di seluruh Jawa Timur untuk menampung laporan masyarakat. Tim juga melakukan pengecekan kualitas (QQ) BBM di SPBU secara berkala.
"Kami memastikan distribusi Pertalite sesuai standar. Jika ada SPBU yang tidak patuh, akan segera ditindak," ujar Ahad Rahedi, Area Manager Communication Pertamina. Daftar lengkap posko layanan tersedia di SPBU 5460146 (Surabaya), SPBU 5461209 (Sidoarjo), SPBU 5462215 (Lamongan), dan lainnya.
Kisah Pengendara: Beralih ke Pertamax
Dedi, pengendara motor di Surabaya, mengaku beralih ke Pertamax setelah dua kali mengalami motor mogok. "Lebih aman, tenaganya lebih responsif. Tapi kalau Pertalite harganya lebih murah, tergantung pilihan," katanya. Sementara itu, Ibu Siti dari Tuban mengaku kecewa. "Anak saya harus jalan kaki karena motor mogok. Harusnya Pertamina lebih transparan," ujarnya.
Perspektif Ekonom: Dampak ke Bawah
Kepala Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, menilai fenomena ini bisa memicu pergeseran pola konsumsi. "Jika Pertalite dianggap tidak andal, masyarakat akan beralih ke Pertamax. Ini bisa memperberat subsidi pemerintah," paparnya. Ia menyarankan Pertamina untuk memperkuat pengawasan distribusi dan transparansi data kualitas BBM.
Penutup
Sejauh ini, Pertamina belum menemukan bukti konkret soal kerusakan akibat Pertalite. Namun, kepercayaan publik perlu dibangun kembali. Bagi pengendara, penting untuk memahami kondisi mesin motor dan memilih bahan bakar sesuai rekomendasi produsen. Sementara itu, investigasi terus berlangsung untuk memastikan keamanan dan kualitas bahan bakar bagi masyarakat Jawa Timur.