Panduan Lengkap: Cara Mengenali Polisi Gadungan dan Hindari Razia Ilegal

Pelajari ciri-ciri polisi palsu yang kerap melakukan razia ilegal, mulai dari kesesuaian seragam hingga atribut resmi. Dapatkan tips aman dari pakar kepolisian untuk melindungi diri dari modus perampasan motor.

Cara Mengenali Polisi Gadungan dan Hindari Razia Ilegal
Sumber : Istimewa

Perampasan motor warga melalui razia ilegal yang dilakukan polisi gadungan kembali menjadi sorotan. Kasatlantas Polres Kota Tangerang, Kompol Ari Satmoko, mengungkap bahwa modus ini marak akibat oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan kesamaan atribut kepolisian. Namun, dengan memahami ciri-ciri khas petugas resmi, warga bisa lebih waspada dan menghindari risiko tertipu.

Berdasarkan penjelasan Wakasat Lantas Polres Tangerang, AKP Rizqi M. Fadhil, identifikasi polisi asli dimulai dari kerapihan seragam. "Seluruh anggota kepolisian dilatih untuk menjaga kesesuaian ukuran baju dengan tubuh, yang disebut body fit. Jika seragam terlihat kebesaran di bagian perut atau tidak pas di tubuh, itu jelas bukan polisi resmi," terangnya. Contoh nyata ditemukan saat petugas palsu menggunakan pakaian yang longgar atau bahkan mengenakan atribut yang tidak sesuai standar.

Salah satu indikator utama adalah penggunaan atribut resmi seperti tanda pangkat, badge kesatuan, dan kopsteken. Kompol Ari mencontohkan kasus di mana oknum polisi gadungan memakai tanda pangkat dengan keliling list merah tanpa mangkok jabatan. "Ini adalah kejanggalan yang jelas. Mangkok jabatan harus selalu disertakan untuk menunjukkan jabatan resmi," jelasnya. Selain itu, posisi kopsteken di kerah juga menjadi penentu. Jika lambang terbalik (kanan di kiri atau sebaliknya), maka itu tanda kuat bahwa petugas tersebut bukan polisi asli.

Menurut AKP Rizqi, kehati-hatian warga sangat penting. "Jika menemui petugas dengan atribut yang tidak rapi atau tidak lengkap, segera cari polsek terdekat atau hubungi petugas resmi di lokasi terdekat," imbaunya. Langkah ini bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu otoritas mengungkap praktik ilegal tersebut.

Polisi resmi selalu memperhatikan detail kecil, seperti kesesuaian warna pakaian dengan pangkat dan jabatan. Misalnya, polisi perwira tinggi mengenakan pakaian dengan warna dan atribut yang berbeda dari bintara. Sementara itu, polisi gadungan seringkali menggunakan atribut yang berlebihan atau bahkan tidak sesuai dengan standar milik kepolisian. Contoh lain adalah penggunaan helm atau alat pelindung diri yang tidak lengkap, yang jelas tidak akan ditemukan pada petugas resmi.

Modus razia ilegal ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Oleh karena itu, edukasi masyarakat tentang ciri-ciri polisi asli menjadi krusial. Kompol Ari menambahkan, "Warga perlu paham bahwa setiap razia resmi selalu dilakukan dengan prosedur yang transparan, seperti ada surat tugas dan penjelasan alasan penindakan."

Untuk mengantisipasi risiko, warga disarankan memeriksa identitas petugas dengan cermat. Jika merasa tidak nyaman atau mencurigai keaslian, jangan ragu untuk menghentikan interaksi dan mencari bantuan dari polisi resmi. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, upaya pencegahan terhadap kejahatan berkedok kepolisian bisa lebih efektif. Kepolisian juga terus meningkatkan patroli dan sosialisasi untuk mengurangi praktik ilegal ini.

Terkait