Yamaha Resmi Beralih ke Mesin V4 di MotoGP Mulai 2026

Yamaha tinggalkan inline-4, menuju era V4 di MotoGP 2026.

Yamaha Resmi Beralih ke Mesin V4 di MotoGP Mulai 2026
Sumber : Istimewa

Highlights :

  • Yamaha akan menggunakan mesin V4 di MotoGP mulai musim 2026.
  • Mesin inline-4 yang digunakan sejak 2002 akan pensiun.
  • Prototipe V4 telah diuji oleh Augusto Fernandez.
  • Tantangan: masalah “front-end confidence” dan tenaga belum maksimal.
  • Langkah ini bagian dari strategi besar Yamaha untuk kembali kompetitif.

Sebagai penggemar MotoGP sejati, gue ngerasa langkah Yamaha untuk “move on” dari mesin inline-4 adalah sesuatu yang bakal jadi babak baru yang sangat menarik. Resmi diumumkan: mulai musim 2026, Yamaha bakal mengandalkan mesin V4 di kelas MotoGP. 

Kenapa ini jadi big deal? Karena sejak era mesin empat tak modern (sejak 2002), Yamaha setia pakai konfigurasi inline-4. Mesin ini punya filosofi lama Yamaha: presisi, kontrol, dan feel berkendara yang khas. Tapi kenyataannya, persaingan MotoGP makin berat. Pabrikan lain sudah lebih dulu pakai V4 — Ducati, KTM, Aprilia, Honda — dan performa Yamaha di beberapa musim belakangan ini agak tertinggal. 



Yamaha sendiri sudah mulai menguji mesin V4 ini dengan pembalap penguji seperti Augusto Fernandez. Bahkan sempat dites di beberapa sirkuit, termasuk Valencia hingga San Marino. Tapi ya, namanya mesin baru, masih ada tantangan. Fernandez sempat bilang kalau V4 ini punya masalah “front-end confidence”, alias bagian depan motor masih belum stabil sepenuhnya di beberapa kondisi test. 

Dari sisi manajemen Yamaha, perubahan ini bukan cuma soal tenaga. Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, menyatakan bahwa mesin V4 adalah “bab baru” dalam DNA balap mereka, sekaligus wujud “Spirit of Challenge” Yamaha untuk kembali ke puncak. Direktur teknik mereka, Massimo Bartolini, juga menjelaskan kalau dua proyek berjalan paralel: M1 versi lama (inline-4) dan prototipe V4. Mereka akan terus bandingin mana yang lebih cepat dan layak untuk dipakai full musim. 



Ada rencana untuk pakai wild card (joki tambahan) supaya V4 bisa terus diuji di race nyata sebelum benar-benar dipakai mayoritas di musim 2026. 

Tentu, peralihan ini bukan tanpa risiko. Mesin inline-4 sudah memberi banyak kemenangan dan sejarah bagi Yamaha. Tapi kalau V4 bisa berhasil, potensi lonjakan performa jelas ada — terutama dalam hal tenaga puncak, akselerasi, dan respons mesin. Apalagi dengan regulasi MotoGP yang terus berkembang, Yamaha perlu adaptasi untuk tetap relevan.

Sebagai fans, gue excited banget nunggu gimana Yamaha bakal perform dengan mesin baru ini. Apakah ini bakal jadi titik balik mereka di MotoGP? Ataukah tantangan teknis bakal jadi hambatan besar? Yang pasti, musim 2026 nanti bakal super seru.

Terkait