Kolaborasi Pertamina dan BP-AKR Mantapkan Pasokan BBM hingga Akhir 2025

Penyaluran BBM B2B antara Pertamina Patra Niaga dan SPBU swasta seperti BP-AKR terus berjalan lancar. Dengan pasokan 130 ribu barel tahap kedua, kolaborasi ini dijaga transparansi dan komitmen GCG untuk memastikan ketersediaan energi nasional.

SPBU BP
Sumber : Istimewa

Industri bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menunjukkan optimisme, terutama pada sektor swasta yang terus memperkuat ketersediaan energi bagi masyarakat. Terkini, PT Pertamina Patra Niaga bersama mitra bisnisnya, PT Aneka Petroindo Raya (APR), telah menyalurkan pasokan BBM tahap kedua sebanyak 130 ribu barel (MB) ke jaringan SPBU BP-AKR. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan pelaku usaha untuk memastikan kelancaran distribusi energi hingga akhir 2025.

Sejak Oktober 2025, total pasokan BBM yang disalurkan ke SPBU BP-AKR mencapai 230 MB, yang merupakan penambahan dari 100 MB pada bulan sebelumnya. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengungkapkan bahwa proses penyaluran ini dilakukan dengan prinsip transparansi dan Good Corporate Governance (GCG). "Kami berkomitmen menjaga ketersediaan BBM serta distribusi energi yang berkelanjutan demi kepentingan masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi.

Langkah kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan perusahaan swasta seperti APR serta Vivo Energy Indonesia telah menyerap 330 MB BBM dari kargo impor. Proses ini tidak hanya memastikan kelancaran pasokan, tetapi juga memperkuat ekosistem energi nasional. Roberth menekankan bahwa seluruh mekanisme B2B (Business to Business) dijalankan dengan mekanisme yang ketat, mulai dari tender supplier hingga negosiasi komersial terbuka (open book).

Presiden Direktur BP-AKR, Vanda Laura, menyambut baik penyaluran BBM tahap kedua ini. "Pengadaan bahan bakar BP 92 dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan aspek tata kelola, kepatuhan, dan kualitas. Ini adalah strategi untuk memperkuat ketahanan pasokan nasional," kata Vanda dalam keterangan tertulis pada 25 November 2025. Dengan lebih dari 70 jaringan SPBU yang dikelola, BP-AKR berperan penting dalam menjaga stabilitas distribusi energi.

Proses B2B ini tidak hanya melibatkan Pertamina Patra Niaga dan APR, tetapi juga melibatkan pihak ketiga sebagai surveyor independen untuk memastikan keakuratan volume dan kualitas BBM yang disalurkan. Selain itu, mekanisme join surveyor dan konfirmasi berulang dengan pelanggan menjadi bagian dari upaya meminimalkan risiko serta memaksimalkan efisiensi distribusi.

Komoditas BBM yang disuplai ke badan usaha swasta telah memenuhi semua persyaratan teknis dan regulasi yang ditetapkan APR. Hal ini menjadi bukti komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menindaklanjuti arahan pemerintah untuk meningkatkan kemandirian energi nasional. Dengan kapasitas distribusi yang terus diperluas, kolaborasi ini diharapkan mampu mengatasi fluktuasi permintaan, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan pasokan BBM lebih besar.

Menariknya, proses ini juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan pengelola SPBU swasta lainnya. Pertamina Patra Niaga tetap terbuka untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan yang memenuhi standar GCG dan compliance. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada BBM impor sekaligus mendukung pertumbuhan sektor energi dalam negeri.

Di tengah dinamika harga energi global, kolaborasi Pertamina dan BP-AKR menjadi contoh nyata bagaimana B2B dapat menjadi solusi strategis. Dengan mengedepankan prinsip transparansi dan kualitas, kedua pihak berhasil menjamin ketersediaan BBM bagi konsumen tanpa mengorbanki keberlanjutan bisnis. Langkah ini juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, terutama dalam penguatan sektor logistik dan distribusi energi.

Menghadapi akhir tahun 2025, kolaborasi ini diharapkan terus berjalan dengan efektif. Dengan penyaluran yang terstruktur dan pengawasan ketat, Pertamina Patra Niaga dan mitranya siap menjaga stabilitas pasokan BBM hingga 2026. Ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara sektor publik dan swasta mampu mengatasi tantangan energi dengan solusi inovatif dan berkelanjutan.

Terkait