Kolaborasi Strategis Pertamina Patra Niaga dan Shell Indonesia: Penguatan Distribusi BBM Nasional
Pertamina Patra Niaga memasok 100 ribu barel BBM ke SPBU Shell, total suplai mencapai 430 MB untuk SPBU swasta. Proses B2B yang transparan dan komitmen terhadap kebutuhan energi nasional.
PT Pertamina Patra Niaga, salah satu perusahaan energi terkemuka di Indonesia, telah melangkah lebih jauh dalam memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta. Terbaru, perusahaan ini memasok 100 ribu barel (MB) BBM ke SPBU Shell Indonesia, menandai peningkatan kapasitas suplai yang signifikan. Dengan tambahan ini, total suplai Pertamina Patra Niaga ke seluruh SPBU swasta, termasuk BP-AKR dan Vivo, mencapai 430 MB, mencerminkan komitmen kuat terhadap kestabilan pasokan energi nasional.
Menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, langkah ini menjadi bukti bahwa perusahaan mampu merespons kebutuhan energi dengan cepat dan efisien. "Penyaluran 100 MB ke Shell Indonesia menunjukkan kapasitas distribusi kami yang tangguh, sejalan dengan arahan pemerintah untuk memastikan ketersediaan BBM di seluruh wilayah," ujarnya dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pekan lalu (5/12). Roberth menekankan bahwa kolaborasi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan SPBU Pertamina, tetapi juga memperkuat kemitraan strategis dengan operator SPBU swasta.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga telah memasok BBM ke jaringan SPBU BP-AKR dan Vivo. Langkah terbaru ke Shell Indonesia menegaskan bahwa perusahaan ini berperan sebagai mitra kunci dalam memastikan kelancaran distribusi energi. Proses penyaluran ini dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku, dengan penekanan pada prinsip tata kelola yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah.
Roberth menjelaskan bahwa mekanisme suplai BBM ke Shell Indonesia melibatkan serangkaian langkah sistematis. "Kami memulai dengan analisis permintaan dari pihak mitra, diikuti dengan tender yang transparan, survei bersama, dan negosiasi komersial yang terbuka. Setelah semua persyaratan dipenuhi, proses bongkar BBM dilakukan dan disalurkan langsung ke SPBU," tambahnya. Proses ini tidak hanya memastikan ketersediaan BBM, tetapi juga meningkatkan kepercayaan antar pihak terkait.
Komoditas BBM yang dipasok ke SPBU Shell Indonesia telah memenuhi semua standar kualitas yang ditetapkan. BBM RON 92, yang merupakan produk utama, kini tersedia di jaringan SPBU Shell sejak akhir pekan lalu (7/12). Konsumen dapat memeriksa ketersediaan produk ini melalui situs resmi Shell Indonesia di https://www.shell.co.id/in_id/pengendara-bermotor/bahan-bakar-shell/ketersediaan.html#tab-shell-super. Harga Shell Super di wilayah Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat saat ini adalah Rp13.000 per liter.
Kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada konsumen, tetapi juga mendukung stabilitas ekonomi daerah. Dengan kapasitas suplai yang mencapai 430 MB, Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa kebutuhan BBM di pasar swasta terpenuhi secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memperkuat infrastruktur energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Menariknya, langkah ini juga memperkuat posisi Pertamina Patra Niaga sebagai pemimpin dalam distribusi energi. Dengan mengadopsi pendekatan B2B (Business to Business) yang profesional dan transparan, perusahaan ini membuka peluang kerja sama dengan lebih banyak mitra strategis di masa depan. Hal ini, diharapkan, akan meningkatkan efisiensi distribusi dan memperluas jangkauan layanan energi ke wilayah terpencil.
Bagi pemilik kendaraan, ketersediaan BBM RON 92 di SPBU Shell menjadi kabar baik. Produk ini dikenal memiliki kualitas premium yang mampu meningkatkan performa mesin kendaraan. Selain itu, harga yang kompetitif menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi biaya.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, Pertamina Patra Niaga dan Shell Indonesia juga berencana untuk mengeksplorasi inovasi dalam distribusi energi. Termasuk penggunaan teknologi digital untuk memantau permintaan BBM secara real-time dan memperbaiki logistik suplai. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko kekurangan pasokan, terutama di musim libur atau masa-masa kebutuhan tinggi.
Langkah kolaboratif ini juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Dengan menjamin distribusi BBM yang merata, ketergantungan pada bahan bakar alternatif yang kurang ramah lingkungan dapat diminimalkan. Selain itu, Pertamina Patra Niaga terus berinvestasi dalam teknologi penghematan energi untuk mengurangi emisi karbon selama proses distribusi.
Kesimpulannya, kerja sama antara Pertamina Patra Niaga dan Shell Indonesia menunjukkan dinamika positif dalam sektor energi nasional. Dengan kapasitas suplai yang kuat, proses transparan, dan komitmen terhadap keberlanjutan, kedua perusahaan ini memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian dan kebutuhan energi masyarakat. Bagi konsumen, ini berarti ketersediaan BBM yang lebih andal dan harga yang terjangkau, sementara bagi industri, ini menjadi contoh kolaborasi yang menguntungkan semua pihak.