Perbandingan Ninja R vs Ninja RR vs Ninja KRR: Mana yang Paling Worth It untuk Koleksi?

Perbandingan lengkap Ninja R, RR, dan KRR sebagai motor koleksi.

Perbandingan Ninja R vs Ninja RR
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • Bedah tuntas tiga legenda Kawasaki: Ninja R, RR, dan KRR
  • Performa, desain, bobot, hingga karakter mesin
  • Mana yang paling cocok untuk koleksi jangka panjang?
  • Insight pasar kolektor dan potensi investasi

Di dunia motor 2-tak, ada satu nama yang rasanya tidak pernah kehilangan pamor: Kawasaki Ninja. Meski eranya sudah lewat bertahun-tahun, magnetnya justru makin kuat. Dan saat bicara soal koleksi, biasanya ada tiga nama yang langsung muncul di kepala: Ninja R, Ninja RR, dan Ninja KRR. Ketiganya punya karakter dan pesona berbeda, tapi mana yang paling “worth it” buat dipinang sebagai barang kolektor? Yuk kita bahas satu per satu.



Pertama, Ninja R. Ini dia “si botak” yang paling sederhana dari trio Ninja 2-tak. Desainnya ramping, fairing minim, dan bobotnya paling enteng di kelasnya. Secara performa, Ninja R tetap membawa mesin 150cc 2-stroke yang bertenaga dan responsif. Motor ini cocok banget buat kolektor yang suka tampilan klasik, bersih, dan ingin mesin yang relatif mudah dirawat. Harganya? Jangan kaget, unit mulus sudah mulai masuk wilayah “sultan-sultan bahagia”.



Naik level sedikit, ada Ninja RR—sang idola sejuta pecinta 2-tak. Dari segi desain, RR jelas lebih agresif: fairing penuh, buritan meruncing, dan ergonomi lebih sporty. Mesin yang dipakai sama-sama 2-tak 150cc, tapi RR terasa lebih “nendang” berkat tuning yang lebih matang serta kestabilan yang lebih baik pada kecepatan tinggi. Untuk kolektor, Ninja RR hampir selalu jadi pilihan aman. Unit yang original makin langka, sementara permintaan terus naik. Boleh dibilang: ini motor yang paling ideal sebagai “aset otomotif”.

Terakhir, Ninja KRR—varian yang sering dianggap sebagai “hidden gem” di lini Ninja 2-stroke. KRR membawa detail desain yang lebih unik, beberapa part berbeda, dan karakter mesin yang sedikit lebih halus namun tetap galak. Tidak sebanyak RR di pasaran, tapi justru itulah daya tariknya. Bagi kolektor yang suka barang eksklusif, Ninja KRR adalah kandidat kuat.



Jika bicara investasi jangka panjang, Ninja RR masih jadi raja karena permintaan yang tinggi dan stok yang makin sedikit. Kalau mau yang paling simple dan raw, Ninja R memberikan keaslian dan feel berkendara yang paling “2-tak banget”. Sedangkan Ninja KRR cocok bagi kolektor yang mencari unit langka dan berkarakter.

Intinya, tidak ada pilihan yang benar atau salah. Semuanya kembali pada selera, tujuan koleksi, dan tentu saja… seberapa tebal dompet Anda. Tapi satu hal pasti: memiliki salah satu dari trio Ninja ini adalah menyimpan sepotong sejarah kejayaan motor 2-tak Indonesia.

Terkait