Mengenang Honda XL125. Motor Trail Pertama Honda di Indonesia yang Kini Jarang Terlihat
Kenangan Honda XL125: trail vintage langka, 736 unit di Indonesia.
Highlights:
- Honda XL125 adalah motor trail pertama Honda yang masuk Indonesia pada tahun 1977.
- Unitnya dipakai bukan untuk pasar umum, melainkan untuk keperluan pemerintah — sebagian besar sebagai kendaraan dinas di daerah terpencil.
- Total unit resmi di Indonesia dulu dilaporkan hanya sekitar 736 buah — menjadikannya motor trail langka dan kini diburu kolektor.
- Spesifikasi: mesin 124 cc 4-tak, sasis dan suspensi khas trail jadul, ban tapak kasar, jok panjang — citra motor dual purpose era 1970-an.
- Saat ini, keberadaan XL125 jarang terlihat — kalau pun ada biasanya sudah jadi motor koleksi atau mendapat apresiasi tinggi di komunitas bikers klasik.
Bagi kita para pecinta otomotif, terutama yang suka melacak jejak motor lawas. Nama Honda XL125 terasa seperti penanda sejarah: motor trail pertama dari pabrikan Honda yang menyapa tanah air, jauh sebelum era motor trail modern seperti CRF atau KLX.
Masuk ke Indonesia sekitar tahun 1977, XL125 bukan untuk warga biasa. Motor ini diimpor secara khusus untuk kepentingan pemerintahan seperti dinas pertanian atau kehutanan, agar petugas bisa menjangkau daerah pelosok dengan medan berat. Jadinya, populasi XL125 di Indonesia sangat terbatas: hanya sekitar 736 unit resmi. Itu sebabnya, melihat XL125 di jalan bukan hal biasa lagi.
Desainnya khas motor trail jadul. Sudah ada kaki-kaki tinggi, pelek 21 inci di depan dan 18 inci di belakang, serta ban tapak kasar cocok untuk melewati jalan tanah, berbatu, atau jalur pedesaan. Jok panjang dan ramping, tangki bensin mungil (~6–6,8 liter), serta lampu depan bulat menonjolkan aura klasik yang sederhana namun tangguh.
Dari sisi mesin, XL125 memakai mesin 124 cc, 4-tak, satu silinder. Sebuah transisi ke motor dual-purpose yang lebih modern di zamannya. Transmisi 5-percepatan, pendingin udara, dan konfigurasi sasis yang diperkuat membuatnya cukup tangguh untuk pekerjaan berat.
Namun karena bukan dijual ke publik, motor ini tidak populer di kalangan masyarakat umum. Bahkan banyak generasi sekarang yang tidak tahu kalau Honda pernah punya motor trail “pionir”. Padahal, bagi kolektor dan pecinta motor klasik, XL125 kini menjadi permata langka, terutama dalam kondisi orisinil dan terawat.
Melihat kembali sejarah XL125 mengingatkan kita bahwa perjalanan motor trail di Indonesia punya akar yang panjang. Dari motor “khusus dinas” seperti XL125, hingga sekarang kita punya banyak pilihan trail dual purpose dan adventure. Bagi generasi sekarang, XL125 bisa jadi pelajaran tentang bagaimana kebutuhan nyata terhadap medan berat memaksa perkembangan teknologi motor, dan bagaimana motor lawas bisa menjadi bagian dari sejarah otomotif nasional.
Kalau suatu hari kamu melihat motor tua dengan aura jangkung, ban tapak kasar, dan siluet klasik — bisa jadi itu bukan sekadar motor biasa. Bisa jadi itu adalah warisan dari era ketika jalanan belum beraspal, medan berat masih melekat di setiap desa, dan motor seperti XL125 menjadi sahabat petualang sejati.