Mengenang Honda Dio: Skutik 2-Tak Langka yang Kini Jadi Incaran Kolektor
Honda Dio 2-tak: dari jalanan Jepang ke hati kolektor Indonesia
Highlights:
- Skutik 2-tak mungil dari Honda yang jarang wara-wiri di Indonesia.
- Mengaspal pertama kali 1988 di Jepang, Dio punya banyak versi AF series.
- Karena tak dipasarkan resmi di Tanah Air, Dio kini jadi incaran penggemar motor klasik.
- Meski sudah hadir versi 4-tak dan model terbaru 2025, Dio 2-tak tetap punya aura nostalgia.
- Dio membuktikan bahwa ukuran kecil tak menghalangi pesona dan prestise di dunia modifikasi & koleksi.
Buat yang doyan sama motor 2-tak khususnya skuter selain Vespa, nama Honda Dio bakal sering nongol ke permukaan. Dio mulai diperkenalkan Honda pada 1988 di Jepang sebagai skutik 50 cc 2-tak. Pada masanya, skutik ini unik: kecil, ringan, dan terasa gesit di jalanan sempit, ciri khas yang membuatnya menonjol di antara motor lain.
Tapi, kalau kamu tinggal di Indonesia, kemungkinannya sangat kecil untuk menemukan Dio baru. Kenapa? Karena skutik ini tak masuk lineup resmi dari PT Astra Honda Motor (AHM). artinya, Dio yang tampil di jalanan Indonesia dulu umumnya hasil impor CBU dan jumlahnya pun sangat terbatas. Hal ini membuat Dio 2-tak menjadi semacam artefak, benda langka yang bikin jantung kolektor berdebar.
Dio punya banyak versi. Versi yang banyak diburu di Indonesia umumnya dari pasar Asia, terutama China dengan kode “AF”. Contohnya: Dio AF28. Kelebihan versi ini bukan cuma di kelangkaan, tetapi juga di karakter mesin 2-tak: ringan, responsif, dengan sensasi yang berbeda bila dibandingkan motor matik modern.
Seiring berjalannya waktu, tren skutik 2-tak sempat tenggelam. Tapi kini, skutik seperti Dio kembali jadi buruan. Motor-motor 2-tak — dulu dianggap kuno — sekarang dianggap klasik dan punya nilai estetik tinggi.
Kolektor dan modifikator pun menjadikan Dio sebagai “kanvas” mempercantik lewat cat ulang, ubahan kaki-kaki, hingga modifikasi performa. Uniknya, meskipun era 2-tak telah berlalu, Dio terus berevolusi. Versi modernnya kini 4-tak masih dipasarkan di sejumlah negara. Contoh paling anyar: versi 2025 dari Dio, yang membawa mesin 109 cc 4-tak dan fitur kekinian. Bentuknya mungkin sudah berbeda, tetapi nama “Dio” tetap melekat sebagai ikon skutik yang enerjik dan praktis.
Bagi para penggemar otomotif di Indonesia, Dio 2-tak punya daya tarik emosional. Ia bukan motor biasa, ia adalah memori masa lalu, saksi zaman ketika matik 2-tak sempat jadi impian banyak anak muda. Kini, setiap Dio AF28 yang muncul bisa menimbulkan decak kagum, dan menjadi rebutan para kolektor atau modifikator.
Kalau kamu kebetulan nemu Dio 2-tak di jalan, anggap saja kamu baru saja bertemu legenda hidup. Motor mungil yang sempat hilang di tengah zaman, namun kini kembali bangkit dari masa lalu.