Peredaran Busi NGK Palsu di Indonesia: Ancaman Serius bagi Konsumen dan Industri

PT Niterra Mobility Indonesia mengungkap maraknya peredaran busi NGK palsu di Indonesia, terutama di wilayah Jabodetabek dan kota pelabuhan. Praktik ini melibatkan bengkel besar hingga penjualan di marketplace online. Pelajari dampak dan langkah penanganannya.

  • Tanggal
  • :
  • Selasa, 23 Des 2025 20:05:39
Busi NGK Palsu
Sumber : Istimewa

Peredaran busi NGK palsu di Indonesia terus menjadi tantangan serius bagi PT Niterra Mobility Indonesia, pabrikan resmi busi NGK di Tanah Air. Hingga saat ini, produk ilegal tersebut masih ditemukan di pasaran, baik melalui bengkel fisik maupun platform digital. Situasi ini tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga mengancam keselamatan konsumen yang tidak mampu membedakan produk asli dari palsu.

Berdasarkan investigasi internal, wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) menjadi titik terbesar penyebaran busi NGK palsu. Kuasa hukum PT Niterra Mobility Indonesia dari AGPR Law Firm, Ammar Gill, mengungkapkan bahwa sekitar 60% temuan busi ilegal terkonsentrasi di kawasan ini. "Jabodetabek masih mendominasi peredaran, tetapi kami juga mencurigai penyebaran ke kota-kota pelabuhan seperti Surabaya, Makassar, dan Batam," kata Ammar saat diwawancara Senin (16/12).

Keterlibatan bengkel skala besar dalam praktik ini menjadi kejutan bagi perusahaan. Dalam beberapa kasus, bengkel dengan reputasi baik ditemukan menjual busi palsu, yang menunjukkan bahwa praktik ilegal ini telah merambah ke seluruh lapisan industri otomotif. "Ini bukan lagi masalah bengkel kecil. Kami menemukan bengkel besar yang secara terbuka memasarkan produk palsu," ungkap Ammar.

Salah satu faktor yang memperparah situasi adalah penjualan busi palsu secara terbuka di jalur offline. Konsumen sering kali mengira produk tersebut asli karena penampilan yang sangat mirip. "Penjual berani menawarkan busi palsu di toko fisik, bahkan dengan label harga yang lebih murah," tambahnya. Hal ini memicu kebingungan di kalangan pemilik kendaraan yang ingin mengganti busi secara berkala.

Lebih mengkhawatirkan lagi, peredaran busi NGK palsu juga meluas ke platform e-commerce. Dalam beberapa bulan terakhir, tim Niterra Mobility Indonesia mencatat peningkatan signifikan penjualan ilegal di marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak. Untuk menanggulangi ini, perusahaan aktif melakukan pemantauan dan penghapusan akun penjual yang terbukti melanggar hukum. "Kami rutin melakukan screening di platform digital, tetapi tantangannya adalah regulasi yang belum sepenuhnya ketat," jelas Ammar.

Dampak dari peredaran busi palsu sangat luas. Selain merugikan perusahaan, produk ilegal ini juga berisiko menyebabkan kerusakan mesin, penurunan performa kendaraan, dan bahkan kecelakaan. Menurut studi yang dilakukan oleh Lembaga Pengkajian Teknologi Otomotif (LPTO), busi palsu sering kali memakai bahan berkualitas rendah yang tidak mampu menahan suhu tinggi selama proses pembakaran.

PT Niterra Mobility Indonesia telah mengambil berbagai langkah hukum, termasuk gugatan terhadap penjual ilegal dan kerja sama dengan Kementerian Perdagangan untuk memperkuat regulasi. Namun, Ammar menekankan bahwa solusi jangka panjang memerlukan kesadaran publik yang lebih tinggi. "Konsumen perlu membeli busi melalui dealer resmi atau situs web terpercaya. Jangan tergiur harga murah," imbau dia.

Untuk mengidentifikasi busi NGK asli, konsumen dapat memeriksa kode unik yang tercetak di produk. Setiap busi asli memiliki nomor seri yang terdaftar di database perusahaan. Selain itu, kemasan resmi dilengkapi hologram anti-palsu yang sulit diproduksi peniru. "Jika ada keraguan, konsumen bisa memeriksa validitas produk melalui aplikasi NGK yang kami sediakan," saran Ammar.

Peredaran busi palsu ini juga memicu diskusi di kalangan praktisi industri. Menurut pakar hukum industri, Dr. Rina Surya, "Kasus NGK menunjukkan kelemahan sistem perlindungan merk dagang di Indonesia. Pemerintah perlu memperketat sanksi bagi pelaku kejahatan intelektual properti. Tanpa tindakan tegas, praktik ilegal ini akan terus berulang."

Kondisi ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Dengan pendidikan konsumen yang lebih baik dan regulasi yang diperkuat, harapan untuk mengurangi peredaran busi palsu di Indonesia masih bisa diwujudkan. Bagi pemilik kendaraan, kehati-hatian dalam memilih suku cadang bukan hanya soal uang, tetapi juga keselamatan nyata di jalan raya.

Terkait