Modus Baru Pencurian Motor: Pelaku Berpura-pura Jadi Ojol, Honda BeAT Raib Dalam Hitungan Menit!
Terungkap modus terbaru pencurian motor di Jakarta Utara. Dua pelaku berpura-pura sebagai pengendara ojol dan penumpang untuk menggasak Honda BeAT milik warga. Simak detail aksi kejahatan ini dari rekaman CCTV.
- Kategori
- :
- Motor
- Tanggal
- :
- Rabu, 04 Feb 2026 10:05:59
- Penulis
- :
- Kata Kunci
- :
- Pencurian Motor Honda Beat Ojol Jakarta Utara Modus Baru Cctv
Kasus pencurian motor dengan modus inovatif kembali terjadi di Jakarta Utara, mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap kejahatan yang semakin terencana. Dua pelaku yang berpura-pura menjadi pengendara ojek online (ojol) dan penumpangnya berhasil membawa kabur satu unit Honda BeAT milik korban dengan aksi terencana, seperti terungkap dari rekaman CCTV.
Insiden ini terjadi di Jalan Agung Utara 12, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada tahun 2021 lalu. Dalam aksinya, kedua pelaku memanfaatkan situasi di siang hari, saat kepadatan lalu lintas relatif rendah. Mereka mengenakan jaket hitam dan atribut ojol untuk mengelabui warga sekitar.
Menurut rekaman CCTV yang dimiliki oleh warga setempat, kedua pelaku tiba di lokasi dengan motor mereka, lalu berhenti di dekat rumah korban. Pelaku yang berperan sebagai penumpang turun dan memantau kondisi sekitar. Saat ada warga melintas, ia berpura-pura jongkok atau berdiri, sementara rekan pelaku menunggu di motor.
"Saat situasi sepi, mereka langsung menggasak motor korban," ujar Tarmuji, korban pencurian, saat ditemui di lokasi kejadian. Motor Honda BeAT miliknya yang biasa diparkir di halaman rumah tiba-tiba raib saat ia keluar rumah. Dari rekaman CCTV, terlihat jelas bagaimana pelaku memanfaatkan kepercayaan warga terhadap tampilan ojol untuk menghindari kecurigaan.
"Mereka pura-pura naik motor saat ada orang lewat, tapi saat sepi langsung ke motor korban," tambah Tarmuji. Menurutnya, modus ini sangat efektif karena banyak warga yang tidak menyadari bahwa dua orang tersebut adalah pelaku pencurian.
Polisi diwanti-wanti untuk segera menindaklanjuti laporan korban dengan bukti CCTV yang dimiliki. Selain itu, masyarakat diminta lebih waspada, terutama saat memarkir kendaraan di lokasi yang tidak terpantau CCTV atau terlalu terbuka.
Menariknya, modus ini bukan pertama kalinya terjadi di Jakarta. Beberapa bulan sebelumnya, polisi juga menangkap pelaku serupa yang menggunakan strategi menipu warga dengan atribut ojol. Hal ini menunjukkan bahwa kejahatan semakin terorganisir dan memanfaatkan kebiasaan masyarakat yang mudah percaya pada tampilan eksternal.
Untuk mencegah hal serupa, para ahli keamanan menyarankan pengguna motor untuk memasang kunci ganda, memarkir kendaraan di tempat terkunci, dan memastikan area sekitar terpantau CCTV. Selain itu, membagikan informasi kejahatan terkini melalui komunitas warga juga bisa menjadi langkah preventif.
Kasus ini kembali menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam melawan kejahatan. Dengan kerja sama antara masyarakat dan aparat penegak hukum, diharapkan modus pencurian semacam ini bisa diminimalkan, serta keamanan aset pribadi semakin terjaga.