KTM 490 Twin Gantikan 390 Single? Strategi Baru KTM di Segmen Menengah

KTM 490 twin disiapkan gantikan 390 single cylinder?

  • Tanggal
  • :
  • Senin, 23 Feb 2026 09:05:57
KTM 490 Twin Gantikan 390 Single
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • KTM 490 twin disebut akan menggantikan lini 390 single
  • Mesin dua silinder paralel diproyeksikan hadir di Duke dan RC
  • Target pasar global segmen 400–500 cc makin kompetitif
  • Berpotensi mengubah peta persaingan di Indonesia

KTM tampaknya sedang menyiapkan langkah besar di kelas menengah. Kabar soal KTM 490 twin yang akan menggantikan lini 390 single cylinder mulai ramai dibicarakan. Kalau benar terealisasi, ini bukan sekadar pembaruan model, melainkan reposisi strategi di segmen yang makin padat pemain.

Selama bertahun-tahun, KTM membangun reputasi lewat mesin satu silinder agresif seperti KTM 390 Duke. Karakternya galak, bobot ringan, dan sensasi torsinya terasa spontan. Untuk banyak rider muda, 390 adalah pintu masuk ke dunia performa ala Austria.

Namun pasar berubah. Di Eropa dan Asia, motor dua silinder 400–500 cc tumbuh pesat. Kompetitor Jepang dan Tiongkok mulai agresif menawarkan parallel twin dengan tenaga lebih halus dan top speed lebih tinggi. Di titik inilah KTM dikabarkan menyiapkan platform 490 twin sebagai penerus 390.



Mengacu laporan Motorcycles.News dan sejumlah media Eropa, mesin 490 twin akan memakai konfigurasi parallel twin sekitar 490 cc dengan output tenaga yang diperkirakan menyentuh kisaran 55–60 hp. Angka itu signifikan dibanding 390 single yang bermain di sekitar 43–45 hp tergantung generasi. Artinya, gap performa terhadap kelas 650 bisa makin tipis.

Dari sudut pandang teknis, mesin dua silinder memberi karakter berbeda. Getaran lebih minim, putaran atas lebih panjang, dan rasa berkendara lebih refined. Buat harian masih nyaman, untuk touring terasa lebih santai di kecepatan jelajah tinggi. KTM selama ini identik dengan motor liar dan tajam. Platform twin membuka peluang pendekatan yang sedikit lebih dewasa.
Pertanyaannya, kenapa harus menggantikan 390 yang sudah mapan?

Jawabannya sederhana: regulasi emisi dan positioning global. Standar Euro makin ketat, dan pengembangan single cylinder berperforma tinggi semakin kompleks. Sementara itu, pasar Amerika dan Eropa menunjukkan minat besar terhadap motor twin entry-middle yang terasa lebih premium. KTM tentu tak ingin tertinggal.



Kalau melihat sejarahnya, KTM pernah merencanakan proyek 490 bersama mitra produksinya di India, namun sempat tertunda. Kini isu tersebut kembali menguat, dengan spekulasi bahwa Duke 490 dan RC 490 akan menjadi model perdana. Platform ini kemungkinan besar tetap diproduksi di India untuk menjaga harga kompetitif.

Segmen sport 400 cc di Indonesia memang tidak sebesar kelas 250 cc. Pajak dan harga membuat motor di atas 400 cc masuk kategori hobi serius. Meski begitu, komunitasnya solid. Duke 390 punya penggemar loyal di sini. Kalau 490 twin hadir, positioning harganya akan krusial. Terlalu dekat dengan 790, pasar bisa bingung. Terlalu mahal, konsumen lari ke merek Jepang yang lebih mapan di kelas twin.

Di sisi lain, tren rider Indonesia mulai bergeser. Banyak pengguna 250 cc ingin naik kelas tanpa langsung lompat ke 800 cc. Di sinilah 490 twin bisa jadi jembatan. Tenaga cukup untuk touring lintas pulau, bobot masih relatif bersahabat, dan karakter Eropa yang khas tetap terjaga.



Sebagai pengamat yang sudah melihat gelombang naik turun motor sport di Tanah Air, saya melihat langkah ini sebagai perjudian terukur. KTM sedang menguji apakah identitas “Ready to Race” bisa diterjemahkan ke mesin twin yang lebih halus tanpa kehilangan karakter.

Akhirnya, keputusan konsumen akan bicara. Apakah rider Indonesia siap meninggalkan sensasi mentah single cylinder demi pengalaman twin yang lebih matang? Atau justru 390 tetap dicintai karena karakternya yang eksplosif?

Diskusi ini menarik. Kalau 490 twin resmi masuk Indonesia, Anda pilih upgrade atau tetap setia pada single?

Terkait