Cara Cerdas Hindari Oli Palsu: Tips dari Pemilik Bengkel Profesional
Pelajari trik praktis dan mendalam untuk membedakan oli motor asli dan palsu. Dapatkan panduan lengkap dari ahli bengkel tentang cara memverifikasi keaslian oli melalui barcode, hologram, dan sumber pembelian terpercaya.
Peredaran oli palsu di pasaran masih menjadi ancaman nyata bagi para pengendara motor. Tidak hanya merugikan secara finansial, oli palsu juga berisiko merusak mesin motor kesayangan Anda. Untuk menghindari hal ini, seorang pemilik bengkel profesional dari F2 Garage Scoor di Bekasi, Edo Murthado, berbagi tips jitu untuk mendeteksi oli asli atau palsu.
Masalah oli palsu sering kali diabaikan oleh pengendara yang tidak mengetahui gejala atau cara memverifikasi keasliannya. Padahal, penggunaan oli palsu bisa menyebabkan kerusakan mesin permanen, penurunan performa motor, hingga biaya perbaikan yang tidak terduga. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami langkah-langkah antisipasi sebelum membeli oli.
Menurut Edo, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa barcode pada botol oli. Setiap merek oli asli biasanya menyematkan kode unik yang bisa di-scan untuk memverifikasi keasliannya. "Gunakan aplikasi pemindai barcode atau kunjungi situs resmi merek oli tersebut. Jika oli asli, hasil scan akan langsung mengarah ke halaman resmi dengan informasi lengkap tentang sertifikasi dan detail produk," jelas Edo.
Untuk memastikan, Edo menyarankan melakukan pengecekan manual. Misalnya, oli Shell yang asli memiliki sistem pelacakan digital yang bisa diakses melalui aplikasi resmi milik perusahaan. Jika hasil scan tidak muncul atau tidak sesuai, kemungkinan besar oli tersebut palsu. Selain itu, perhatikan kualitas cetakan barcode—oli palsu sering kali memiliki barcode yang kabur atau tidak beraturan.
Langkah kedua yang tidak kalah penting adalah membeli oli dari distributor resmi atau toko yang terpercaya. "Jangan tergoda dengan harga murah dari penjual yang tidak jelas riwayatnya. Oli asli biasanya dijual di SPBU resmi, toko bengkel terakreditasi, atau melalui agen yang memiliki lisensi dari pabrikan," papar Edo. Contohnya, oli Pertamina Enduro bisa dipastikan asli jika dibeli langsung dari SPBU Pertamina atau bengkel yang bekerja sama dengan merek tersebut.
Edo menambahkan, bagian tutup botol oli juga menjadi indikator keaslian. Hologram di tutup oli asli memiliki kualitas tinggi dan menampilkan karakteristik unik. Misalnya, hologram pada oli Pertamina Enduro hanya terbaca jelas saat dilihat dari sudut 45 derajat. "Jika hologram terlihat buram, mudah diangkat, atau tidak memiliki efek 3D, itu tanda oli palsu," imbuhnya.
Untuk memperkuat kepercayaan, Edo juga menyarankan mengamati kemasan oli secara keseluruhan. Oli asli biasanya memiliki desain yang rapi, warna botol yang konsisten, dan cetakan teks yang jelas. Sementara itu, oli palsu sering kali memiliki kesan "murahan" dengan kemasan yang tidak rapi atau warna yang tidak sesuai dengan produk asli.
Menurut Edo, risiko oli palsu tidak hanya pada mesin motor, tetapi juga pada keselamatan berkendara. Oli palsu cenderung tidak memenuhi standar pelumasan yang dibutuhkan mesin, sehingga meningkatkan gesekan dan panas berlebih. "Jika motor Anda tiba-tiba mengalami getaran abnormal atau suara mesin berisik, segera periksa kualitas oli yang digunakan," tambahnya.
Bagi para pengendara yang ingin lebih waspada, Edo menyarankan untuk membiasakan diri memeriksa oli secara berkala. Selain itu, jangan ragu untuk bertanya langsung ke penjual tentang sertifikasi produk. "Kebiasaan ini akan melatih Anda untuk lebih kritis dan mengurangi risiko salah beli," pungkas Edo.
Dengan mengikuti tips di atas, Anda bisa lebih percaya diri dalam memilih oli motor. Jaga kualitas oli yang digunakan, dan pastikan mesin motor tetap terlindungi dari ancaman oli palsu yang bisa merusak performa dan umur pakai kendaraan Anda.