Suzuki Gixxer FFV: Motor Listrik & Bahan Bakar Etanol 85% yang Hadir di Japan Mobility Show 2025
Suzuki meluncurkan Gixxer SF 250 FFV yang mampu menggunakan bahan bakar etanol hingga 85%, ditampilkan di Japan Mobility Show 2025. Pelajari teknologi ramah lingkungan ini dan kendaraan inovatif lainnya seperti Burgman Hydrogen dan e-Address.
Di tengah kontroversi pemerintah Indonesia yang akan mencampur BBM dengan 10% etanol yang disinyalir merusak mesin, Suzuki justru menunjukkan komitmen kuatnya terhadap inovasi ramah lingkungan. Di ajang prestisius Japan Mobility Show 2025 yang berlangsung 30 Oktober–9 November di Tokyo Big Sight, produsen asal Jepang ini memamerkan motor sport Gixxer SF 250 FFV yang mampu menyalurkan bahan bakar campuran bioethanol hingga 85% (E85). Teknologi ini tidak hanya mengurangi emisi CO₂, tetapi juga membuktikan bahwa motor konvensional bisa diadaptasi untuk bahan bakar alternatif tanpa mengorbankan performa.
Meski isu penggunaan etanol 10% di tanah air menciptakan kekhawatiran di kalangan pemilik kendaraan, Suzuki justru menunjukkan bahwa teknologi FFV (Flexible Fuel Vehicle) bisa menjadi solusi jangka panjang. Gixxer SF 250 FFV yang pertama kali diluncurkan di India Januari 2025 ini menggunakan mesin 249 cc berpendingin oli dengan dimensi panjang 2.010 mm, lebar 740 mm, dan tinggi 1.035 mm. Desainnya yang sporty dengan fairing aerodinamis tetap mempertahankan DNA khas Gixxer yang dinamis.
Kunci keberhasilan Gixxer FFV terletak pada modifikasi komprehensif pada sistem injektor, fuel pump, dan pengaturan engine control. Dengan penyesuaian tersebut, motor ini bisa beralih antara bensin biasa hingga campuran E85 secara otomatis berdasarkan kadar etanol yang terdeteksi. Teknologi ini tidak hanya mengurangi emisi hingga 30% dibanding bensin konvensional, tetapi juga menjaga keandalan mesin dalam berbagai kondisi.

Selain Gixxer FFV, Suzuki juga memamerkan Burgman Hydrogen Engine, konsep motor yang menggabungkan suara knalpot khas dengan bahan bakar hidrogen. Model ini menjadi jawaban untuk konsumen yang ingin tetap menikmati sensasi berkendara motor tradisional tanpa jejak karbon. Di sektor listrik, e-Address hadir dengan jarak tempuh 80 km dan desain modern, sementara e-VanVan menggabungkan estetika retro dengan fitur digital khas generasi milenial.
Namun, bagi pencinta motor di Indonesia, kabar ini mungkin mengecewakan. Gixxer SF 250 FFV tidak akan diimpor ke pasar domestik karena alasan strategis. "Model ini sudah tidak ada dalam rencana impor kami," ujar Zulfikar Rafi Al Ghani, Head of Public Relations PT SIS, menegaskan bahwa fokus Suzuki saat ini berada di pengembangan teknologi lokal.
Japan Mobility Show 2025 menjadi wadah penting bagi Suzuki untuk menunjukkan komitmen terhadap era netral karbon. Dengan portofolio yang mencakup motor etanol, hidrogen, dan listrik, perusahaan ini menegaskan bahwa transisi energi tidak harus mengorbankan kepuasan berkendara. Bagi konsumen global, Gixxer FFV mungkin menjadi pilihan ideal untuk mengurangi dampak lingkungan tanpa mengurangi performa kendaraan.
Apakah Indonesia akan mengikuti jejak ini? Saat pemerintah masih bergulat dengan isu etanol 10%, Suzuki menunjukkan bahwa teknologi bahan bakar alternatif bisa menjadi solusi jangka panjang. Dengan penyesuaian infrastruktur dan edukasi publik, motor seperti Gixxer FFV mungkin bisa menjadi andalan masa depan transportasi ramah lingkungan di tanah air.