Motor Brebet Usai Isi Pertalite: Awas, Kualitas BBM Jadi Sorotan
Keluhan motor brebet usai isi Pertalite di Jatim, Pertamina buka posko aduan.
- Kategori
- :
- Motor
- Tanggal
- :
- Kamis, 30 Okt 2025 15:05:07
- Penulis
- :
- Kata Kunci
- :
- Tips Mengemudi Keselamatan Berkendara Mobil Tips Otomoif
Highlights:
- Banyak pengendara di Jawa Timur melaporkan motor tersendat atau mogok setelah mengisi jenis BBM Pertalite.
- Pertamina Patra Niaga menanggapi dengan investigasi, uji laboratorium, dan pembukaan posko pengaduan.
- Konsumen dapat mengklaim penggantian biaya perbaikan jika terbukti BBM bermasalah.
- Beberapa mekanik menduga penyebabnya adalah BBM kampuran atau kandungan yang tidak sesuai spesifikasi.
- Dorongan kepada pemerintah dan operator SPBU agar transparan dan pastikan mutu distribusi.
Sejumlah pengendara sepeda motor di kawasan Jawa Timur mengungkapkan pengalaman mengejutkan: mesin brebet, tersendat-sendat, bahkan mogok total tak lama setelah mereka mengisi BBM jenis Pertalite.
Salah satunya adalah Robin, seorang driver ojek online asal Kabupaten Jombang, yang mengisi Pertalite di sebuah SPBU Tembelang pada Senin (27/10/2025) malam.
Keesokan paginya, motor miliknya sulit dinyalakan. Ketika dibawa ke bengkel langganan, ternyata bukan hanya ia yang terkena: "Tadi pagi itu, tahu-tahu motor saya brebet… setelah saya bawa ke bengkel, ternyata tidak hanya motor saya. Ada 7 atau 8 motor yang nasibnya sama," ujar Robin.
Tak berselang lama setelah penanganan di bengkel dengan menguras tangki dan mengganti bahan bakar ke Pertamax, motor tersebut kembali normal.
Keluhan serupa muncul dari M Basoir dari Lamongan yang mengalami kejadian hampir sama dengan motornya jenis Honda Beat lansiran 2025. Ia mengisi Pertalite di salah satu SPBU Lamongan pada Senin, dan setelah sekitar 4 km perjalanan mendapati motornya tersendat lalu mogok.
Bengkel menyimpulkan ada kerusakan injeksi akibat BBM yang digunakan.
Laporan ini makin ramai karena tersebar di media sosial seperti X (sebelumnya Twitter). Pengguna akun seperti @friendfries_ dan @Khaulalalala mengungkap pengalaman langsung mereka setelah mengisi Pertalite di wilayah Malang-Batu.
Menanggapi fenomena ini, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan bahwa mereka telah menerima aduan di daerah Lamongan, Gresik, Bojonegoro, Tuban, Surabaya, Sidoarjo dan Malang.
Pihak Pertamina mengklaim bahwa produk di terminal supply utama (Terminal BBM Tuban dan Surabaya) telah diuji laboratorium dan masih sesuai spesifikasi (on spec).
Namun, mereka juga menyatakan bahwa investigasi lanjutan sedang dilakukan untuk pemeriksaan kualitas dan kuantitas (QQ) di level SPBU sebagai distribusi akhir.
Untuk memfasilitasi keluhan konsumen, Pertamina telah membuka 15 posko pengaduan di wilayah terdampak dan menyediakan jalur pelaporan melalui Call Center 135, email dan media sosial. Bagi konsumen yang mengalami kerusakan kendaraan yang terbukti akibat BBM, Pertamina juga menawarkan penggantian biaya perbaikan setelah melalui prosedur pelaporan dan pemeriksaan di bengkel resmi.
Sementara itu, DPR RI, melalui Komisi VI DPR RI, mendesak agar Pertamina lebih transparan dalam penanganan kasus ini dan segera membuka hasil uji laboratorium kepada publik untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.
Dari sudut bengkel, mekanik di Bojonegoro dan Sidoarjo melaporkan lonjakan kasus motor injeksi (khususnya Honda Beat keluaran 2020 ke atas) yang mengalami brebet dan kehilangan tenaga setelah mengisi Pertalite.
Beberapa mekanik menyimpulkan bahwa penanganannya sementara dilakukan dengan cara menguras tangki dan mengganti busi atau komponen injeksi, lalu mengganti ke Pertamax. Bila tetap menggunakan Pertalite yang sama, masalah bisa muncul kembali.
Bagi pengendara muda dan aktif, khususnya yang menggunakan skutik injeksi sehari-hari, peristiwa ini menjadi warning penting:
- Simpan selalu bukti transaksi (struk pembelian BBM) ketika isi bahan bakar, terutama jika menggunakan jenis Pertalite.
- Cek laju performa motor beberapa kilometer setelah beli bahan bakar baru—jika ada tanda-tanda tarikan berat atau tersendat, segera ke bengkel dan pertimbangkan lapor ke SPBU atau ke posko aduan.
- Gunakan jalur pelaporan resmi seperti Call Center 135 atau posko pengaduan agar Anda memiliki bukti dan hak untuk klaim bila terbukti BBM bermasalah.
- Terus ikuti update dari Pertamina atau pemerintah soal hasil uji laboratorium dan langkah-lanjutan untuk memantau kualitas BBM.
Fenomena “motor brebet” usai pengisian BBM jenis Pertalite di beberapa wilayah Jawa Timur menimbulkan kegelisahan publik dan menjadi sorotan baik dari masyarakat, mekanik, maupun pihak regulator.
Meski pihak Pertamina menyatakan bahwa produk dari terminal utama telah sesuai spesifikasi, investigasi lebih mendalam di titik SPBU tetap berjalan.
Konsumen diberikan akses pengaduan dan potensi penggantian biaya perbaikan jika kerusakan terbukti akibat BBM.
Namun, kecepatan tindakan, transparansi hasil laboratorium, dan kejelasan penyebab menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan masyarakat ke depan.